an online Instagram web viewer

#opini medias

Photos

[Menjadi Jagung Simalakama]
.
Boleh jadi Monsanto untuk sementara waktu bersenang hati tatkala produk benih Jagung terbarunya, DeKalb, laris di pasar Indonesia dan dunia. Lebih menggembirakan lagi, Kementerian Pertanian Indonesia bersih kukuh untuk menggalakkan swasembada jagung ditahun 2017.
.
Tentunya jadi kabar baik tersendiri bagi Monsanto untuk mendukung program tersebut.
.
Alhasil belum sampai akhir tahun, data BPS bulan agustus 2017 menyebutkan bahwa produksi jagung Indonesia diperkirakan sementara mencapai 26,00 juta ton atau naik 10,31 persen dari tahun sebelumnya. Sedikit demi sedikit, geliat swasembada jagung di tahun 2017 mulai tercium baunya.
.
Akan tetapi, tampaknya Kementan dan Monsanto harus mulai pasang otak dan badan menghadapi semester kering bulan depan.
.
Mengapa? Karena ternyata produk benih hibrida yang "mendunia" tersebut menunjukkan ke-simalakama-annya terhadap lingkungan.
.
Seperti apa gejala jagung simalakama dan penanganan yang harus dilakukan?
.
Selengkapnya di nawamharrun.wordpress.com
.
Pict: Hybrid Corn seed

#opini
#agriculture
#science
[Menjadi Jagung Simalakama] . Boleh jadi Monsanto untuk sementara waktu bersenang hati tatkala produk benih Jagung terbarunya, DeKalb, laris di pasar Indonesia dan dunia. Lebih menggembirakan lagi, Kementerian Pertanian Indonesia bersih kukuh untuk menggalakkan swasembada jagung ditahun 2017. . Tentunya jadi kabar baik tersendiri bagi Monsanto untuk mendukung program tersebut. . Alhasil belum sampai akhir tahun, data BPS bulan agustus 2017 menyebutkan bahwa produksi jagung Indonesia diperkirakan sementara mencapai 26,00 juta ton atau naik 10,31 persen dari tahun sebelumnya. Sedikit demi sedikit, geliat swasembada jagung di tahun 2017 mulai tercium baunya. . Akan tetapi, tampaknya Kementan dan Monsanto harus mulai pasang otak dan badan menghadapi semester kering bulan depan. . Mengapa? Karena ternyata produk benih hibrida yang "mendunia" tersebut menunjukkan ke-simalakama-annya terhadap lingkungan. . Seperti apa gejala jagung simalakama dan penanganan yang harus dilakukan? . Selengkapnya di nawamharrun.wordpress.com . Pict: Hybrid Corn seed #opini  #agriculture  #science 
JIKA saat ini pemerintah ditanya siapa ujung tombak pembangunan perikanan, mereka akan menjawab penyuluh perikanan. Jika ditanya kembali siapa yang bisa merubah perilaku masyarakat perikanan agar melestarikan lingkungan, jawabannya sama. Penyuluh perikanan.

Ini seperti sebuah mantera sakti. Pemerintah seolah-olah menggadang-gadang bahwa tanpa penyuluh perikanan apalah arti pemerintah dalam membangun perikanan saat ini. Kebanyakan dari kita bangga dan terlena dengan jargon ini. Tapi tunggu dulu. Apakah faktanya memang demikian? Tentu ini menjadi bahasan yang menarik.
.
Slamet Novianto, S.Pi., M.Si

Ketua Umum FKP3DI (Forum Komunikasi Penyuluh Perikanan PNS Saerah) Indonesia
.
Bahasan selengkapnya 👇👇👇
http://reviewsemarang.com/penyuluh-perikanan-dipersimpangan-jargon-dan-realita-bagian-1/
.
Dapatkan berita terkini seputar semarang dengan click link di bio ya

#reviewsemarang #semarang #opini #penyuluhperikanan #beritasemarang
JIKA saat ini pemerintah ditanya siapa ujung tombak pembangunan perikanan, mereka akan menjawab penyuluh perikanan. Jika ditanya kembali siapa yang bisa merubah perilaku masyarakat perikanan agar melestarikan lingkungan, jawabannya sama. Penyuluh perikanan. Ini seperti sebuah mantera sakti. Pemerintah seolah-olah menggadang-gadang bahwa tanpa penyuluh perikanan apalah arti pemerintah dalam membangun perikanan saat ini. Kebanyakan dari kita bangga dan terlena dengan jargon ini. Tapi tunggu dulu. Apakah faktanya memang demikian? Tentu ini menjadi bahasan yang menarik. . Slamet Novianto, S.Pi., M.Si Ketua Umum FKP3DI (Forum Komunikasi Penyuluh Perikanan PNS Saerah) Indonesia . Bahasan selengkapnya 👇👇👇 http://reviewsemarang.com/penyuluh-perikanan-dipersimpangan-jargon-dan-realita-bagian-1/ . Dapatkan berita terkini seputar semarang dengan click link di bio ya #reviewsemarang  #semarang  #opini  #penyuluhperikanan  #beritasemarang 
Janne yo kangen, ndang muliho to mak...mak... nengendi to janne koe ki

#OPINI
Janne yo kangen, ndang muliho to mak...mak... nengendi to janne koe ki #OPINI 
Entah apa yg terjadi di #seagames2017 #malaysia , yang jelas kepemimpinan #referee mengundang pemain #timorleste untuk melakukan tindakan #mma, salah satu yang janggal adalah kelakuan filipio, @evhandimas dilanggar terus di dorong ditendang badannya, @septiandavidmaulana dipukul dari belakang. Yang dikartu kuning @marinus_wanewar24 padahal dia diserang 3 orang yang berbeda, evan dimas dikartu kuning???? Sehingga absen melawan #vietnam . Sehingga #opini publik menganggap adanya kebencian/kecurangan dari pihak penyelenggara kepada timnas indonesia.
Tetap semangat garuda muda ✊🏻✊🏻✊🏻@pssi__fai
#football 
#indonesia 
#timnasday
#fifa
@fifaworldcup
Entah apa yg terjadi di #seagames2017  #malaysia  , yang jelas kepemimpinan #referee  mengundang pemain #timorleste  untuk melakukan tindakan #mma , salah satu yang janggal adalah kelakuan filipio, @evhandimas dilanggar terus di dorong ditendang badannya, @septiandavidmaulana dipukul dari belakang. Yang dikartu kuning @marinus_wanewar24 padahal dia diserang 3 orang yang berbeda, evan dimas dikartu kuning???? Sehingga absen melawan #vietnam  . Sehingga #opini  publik menganggap adanya kebencian/kecurangan dari pihak penyelenggara kepada timnas indonesia. Tetap semangat garuda muda ✊🏻✊🏻✊🏻@pssi__fai #football  #indonesia  #timnasday  #fifa  @fifaworldcup
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
Semua yg terjadi itu hanyalah sebuah cobaan, dimana aku yg selalu sendiri dengan kesepianku, terjatuh... Terbuang... Itulah takdirku...
Cinta yg membuatku seperti ini seperti sampah yang tidak berharga, tpi aku menyadari satu ketukan yg kau berikan kepadaku, kau menginginkan aku untuk pergi seperti daun yg tertiup angin bkn? Aku tau itu... Karena aku merasakan kehadiranmu tidaklah sma lgi seperti pertama kita bertemu saat itu... Ohh Tuhann... Sampai kapan hidup ini akan selalu seperti ini? Selalu berputar layaknya jam, yg selalu sama disetiap detik..
Mengapa Keadilan tertunda begitu saja? Terbuang seperti berlian?
(part1)
.
. ......
Tdinya pngn bikin cerita taunya malah semua beralih k kta², -
Bantuin aku buat bljr bikin cerita>_<
@araainn_
@fikuwa_22

#関西国際空港 #飛行機 #kix #バックパッカー #インドネシア #南国 #海外旅行 #旅 #自撮り #poetry #puisi #wp #story #storrytelling #opini #wattpad #wattpadstory #memories #mawar
Semua yg terjadi itu hanyalah sebuah cobaan, dimana aku yg selalu sendiri dengan kesepianku, terjatuh... Terbuang... Itulah takdirku... Cinta yg membuatku seperti ini seperti sampah yang tidak berharga, tpi aku menyadari satu ketukan yg kau berikan kepadaku, kau menginginkan aku untuk pergi seperti daun yg tertiup angin bkn? Aku tau itu... Karena aku merasakan kehadiranmu tidaklah sma lgi seperti pertama kita bertemu saat itu... Ohh Tuhann... Sampai kapan hidup ini akan selalu seperti ini? Selalu berputar layaknya jam, yg selalu sama disetiap detik.. Mengapa Keadilan tertunda begitu saja? Terbuang seperti berlian? (part1) . . ...... Tdinya pngn bikin cerita taunya malah semua beralih k kta², - Bantuin aku buat bljr bikin cerita>_< @araainn_ @fikuwa_22 #関西国際空港  #飛行機  #kix  #バックパッカー  #インドネシア  #南国  #海外旅行  #旅  #自撮り  #poetry  #puisi  #wp  #story  #storrytelling  #opini  #wattpad  #wattpadstory  #memories  #mawar 
Hnya diperlukan satu menit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang #lastpost#msok#mboh #fakta#opini#kuker
Hnya diperlukan satu menit untuk menafsir seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang #lastpost #msok #mboh  #fakta #opini #kuker 
"Spirit “kerja dan cepat” bisa dia gabungkan dengan kesadaran keberagaman tradisi di Indonesia. Keduanya dia hidupkan bersamaan dalam semangat kebhinekaan yang nyata di mata masyarakat luas. Sebuah manuver politik tingkat atas yang ditunjukkan Presiden Jokowi."
Yuk yg penasaran sama tulisan #BanterSquad @billy_area segera klik link di bio kami 😉Dibaca dulu ya baru komen 😊✌
..
#damaiituindonesia #damaiituindah #dutadamaimalang #dutadamai #dutadamai2017 #bnptri #banter #pusatmediadamai #cerdasbermediasosial #peacemaker #artikel #opini #RI72 #IndonesiaMerdeka #Jokowi #JKW #today
"Spirit “kerja dan cepat” bisa dia gabungkan dengan kesadaran keberagaman tradisi di Indonesia. Keduanya dia hidupkan bersamaan dalam semangat kebhinekaan yang nyata di mata masyarakat luas. Sebuah manuver politik tingkat atas yang ditunjukkan Presiden Jokowi." Yuk yg penasaran sama tulisan #BanterSquad  @billy_area segera klik link di bio kami 😉Dibaca dulu ya baru komen 😊✌ .. #damaiituindonesia  #damaiituindah  #dutadamaimalang  #dutadamai  #dutadamai2017  #bnptri  #banter  #pusatmediadamai  #cerdasbermediasosial  #peacemaker  #artikel  #opini  #RI72  #IndonesiaMerdeka  #Jokowi  #JKW  #today 
Sebuah tulisan yang menarik dari @pa_rzl, alumni Kelas Politik Cerdas dan Berintegritas Tingkat Madya, Ketua Umum PC Pergerakan Mahasiswa Islam Kepulauan Riau. "Korupsi Ibarat Penyakit Menular yang Mematikan". Simak di http://s.id/EGE

#politisimuda
#politikcerdasberintegritas #opini #antikorupsi
Sebuah tulisan yang menarik dari @pa_rzl, alumni Kelas Politik Cerdas dan Berintegritas Tingkat Madya, Ketua Umum PC Pergerakan Mahasiswa Islam Kepulauan Riau. "Korupsi Ibarat Penyakit Menular yang Mematikan". Simak di http://s.id/EGE #politisimuda  #politikcerdasberintegritas  #opini  #antikorupsi 
OPINI, oleh Faisal Anwari :  Kunjungan Sekjend Partai Komunis Vietnam (Y. M. Tuan Nguyem Phu Trong) ke Indonesia, Akan Mengancam Idelogi Bangsa. selengkapnya klik waktunews.com .
. 
#waktunews #harianwaktu #cianjur #hmi #himpunanmahasiswaislam #mahasiswa #opini #vietnam #komunis
Cusss ke fanpage CINEMATODAWAH untuk FULL VERSION-nya!

#Repost @cinematodawah (@get_repost)
・・・
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah
Cusss ke fanpage CINEMATODAWAH untuk FULL VERSION-nya! #Repost  @cinematodawah (@get_repost) ・・・ Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah 
Promo merdeka tinggal hari ini dan besok
Call / sms / whatsapp / telegram
081575147054
#preneur #hit #happy #bisnisonline #motivasi #inspirasi #karir #jiwa #mental #maju #jobfair #dagang #jual #info #ilmu #bestfriend #muslim #muslimah #syari #rizqi #semangatasi #spirit #mindset #prospek #hikayat #opini #topik #gairah #hidup #sukses
Birthdays coming up!!! Selamat ulang tahun untuk @andienaisyah, @lunamaya dan @riodewanto! Sukses terus dan semakin mewarnai bangsa dengan karya2nya!!
.
.
.
.
.
#photooftheday #andien #lunamaya #riodewanto #jejakarta #Indonesia #music #movie #love #like4like #likeforlike #seni #musik #film #photooftheday #indovidgram #opini #Jakarta #Indonesia #kamuharustahu #indozone
@Regrann from @backto_muslimidentity -  #Opini
Islam Pemicu Kebangkitan Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik.

Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka.

Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya.

Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru.

Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid.

Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di masa keemasan Islam
@Regrann from @backto_muslimidentity - #Opini  Islam Pemicu Kebangkitan Barat REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik. Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka. Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya. Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru. Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid. Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di masa keemasan Islam
#selamatkansaudarakita
#SelamatkanNKRI 
#selamatkankemanusiaan 
#kamibersamahrs 
#stopkriminalisasiulama 
#flatearth
#flatearthsociety
#wonderfulindonesia
#spirit212 
#indonesia 
#peoplepower 
#fpi 
#fpibersamarakyatdantni 
#fpibersamarakyat 
#bumidatar 
#muslimcyberarmy 
#muslimcyberarmybersatu 
#cyberarmy
#mca
#opini 
#perangopini

Kebohongan-kebohongan Penguasa digerakkan oleh media sosial dan Insyaa Allah digagalkan oleh media sosial. .

Orang yg punya otak, Benci akan kebohongan .

Orang Netral ?......ah sudahlah . ------------------------------ .

Paham yah!!? .

Firaun tak boleh dilupakan
Namrud tak boleh dilupakan
Qorun tak boleh dilupakan
Kaum 'Ad tak boleh dilupakan
Kaum Tsamud tak boleh dilupakan
Umat Nabi Nuh tak boleh dilupakan
Kaum Luth tak boleh dilupakan
Kaum Samiri tak boleh dilupakan
Musailamah Al-Kadzdzab tak boleh dilupakan
Abdullah bin saba tak boleh dilupakan
Abu jahal tak boleh dilupakan
Kemal At-Taturk tak boleh dilupakan
Kriminalisasi Ulama tak boleh dilupakan

ISLAM itu PEMAAF, tapi tak boleh MELUPAKAN .

#spirit212 #spiritberjamaah #kamibersamahrs #kamitidaktakut #photo #meme #karikatur #kata #opini #perangopini #mca #moslemcyberarmy
#selamatkansaudarakita  #SelamatkanNKRI  #selamatkankemanusiaan  #kamibersamahrs  #stopkriminalisasiulama  #flatearth  #flatearthsociety  #wonderfulindonesia  #spirit212  #indonesia  #peoplepower  #fpi  #fpibersamarakyatdantni  #fpibersamarakyat  #bumidatar  #muslimcyberarmy  #muslimcyberarmybersatu  #cyberarmy  #mca  #opini  #perangopini  Kebohongan-kebohongan Penguasa digerakkan oleh media sosial dan Insyaa Allah digagalkan oleh media sosial. . Orang yg punya otak, Benci akan kebohongan . Orang Netral ?......ah sudahlah . ------------------------------ . Paham yah!!? . Firaun tak boleh dilupakan Namrud tak boleh dilupakan Qorun tak boleh dilupakan Kaum 'Ad tak boleh dilupakan Kaum Tsamud tak boleh dilupakan Umat Nabi Nuh tak boleh dilupakan Kaum Luth tak boleh dilupakan Kaum Samiri tak boleh dilupakan Musailamah Al-Kadzdzab tak boleh dilupakan Abdullah bin saba tak boleh dilupakan Abu jahal tak boleh dilupakan Kemal At-Taturk tak boleh dilupakan Kriminalisasi Ulama tak boleh dilupakan ISLAM itu PEMAAF, tapi tak boleh MELUPAKAN . #spirit212  #spiritberjamaah  #kamibersamahrs  #kamitidaktakut  #photo  #meme  #karikatur  #kata  #opini  #perangopini  #mca  #moslemcyberarmy 
#Repost from @cinematodawah with @regram.app.

Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .

#
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah. Link Facebook Page ada di bio ya.
#Repost  from @cinematodawah with @regram.app. Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . # Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . Link Facebook Page ada di bio ya.
Gak usah dipikirin..., sabodo.... Ambil ambil dah tuh tanah..... Abisin aja semuanya kalo perlu....., ngapain pula diperjuangkan.... Jajah aja sekalian .

#selamatkansaudarakita
#SelamatkanNKRI 
#selamatkankemanusiaan 
#kamibersamahrs 
#stopkriminalisasiulama 
#flatearth
#flatearthsociety
#wonderfulindonesia
#spirit212 
#indonesia 
#peoplepower 
#fpi 
#fpibersamarakyatdantni 
#fpibersamarakyat 
#bumidatar 
#muslimcyberarmy 
#muslimcyberarmybersatu 
#cyberarmy
#mca
#opini 
#perangopini

Kebohongan-kebohongan Penguasa digerakkan oleh media sosial dan Insyaa Allah digagalkan oleh media sosial. .

Orang yg punya otak, Benci akan kebohongan .

Orang Netral ?......ah sudahlah . ------------------------------ .

Paham yah!!? .

Firaun tak boleh dilupakan
Namrud tak boleh dilupakan
Qorun tak boleh dilupakan
Kaum 'Ad tak boleh dilupakan
Kaum Tsamud tak boleh dilupakan
Umat Nabi Nuh tak boleh dilupakan
Kaum Luth tak boleh dilupakan
Kaum Samiri tak boleh dilupakan
Musailamah Al-Kadzdzab tak boleh dilupakan
Abdullah bin saba tak boleh dilupakan
Abu jahal tak boleh dilupakan
Kemal At-Taturk tak boleh dilupakan
Kriminalisasi Ulama tak boleh dilupakan

ISLAM itu PEMAAF, tapi tak boleh MELUPAKAN .

#spirit212 #spiritberjamaah #kamibersamahrs #kamitidaktakut #photo #meme #karikatur #kata #opini #perangopini #mca #moslemcyberarmy
Gak usah dipikirin..., sabodo.... Ambil ambil dah tuh tanah..... Abisin aja semuanya kalo perlu....., ngapain pula diperjuangkan.... Jajah aja sekalian . #selamatkansaudarakita  #SelamatkanNKRI  #selamatkankemanusiaan  #kamibersamahrs  #stopkriminalisasiulama  #flatearth  #flatearthsociety  #wonderfulindonesia  #spirit212  #indonesia  #peoplepower  #fpi  #fpibersamarakyatdantni  #fpibersamarakyat  #bumidatar  #muslimcyberarmy  #muslimcyberarmybersatu  #cyberarmy  #mca  #opini  #perangopini  Kebohongan-kebohongan Penguasa digerakkan oleh media sosial dan Insyaa Allah digagalkan oleh media sosial. . Orang yg punya otak, Benci akan kebohongan . Orang Netral ?......ah sudahlah . ------------------------------ . Paham yah!!? . Firaun tak boleh dilupakan Namrud tak boleh dilupakan Qorun tak boleh dilupakan Kaum 'Ad tak boleh dilupakan Kaum Tsamud tak boleh dilupakan Umat Nabi Nuh tak boleh dilupakan Kaum Luth tak boleh dilupakan Kaum Samiri tak boleh dilupakan Musailamah Al-Kadzdzab tak boleh dilupakan Abdullah bin saba tak boleh dilupakan Abu jahal tak boleh dilupakan Kemal At-Taturk tak boleh dilupakan Kriminalisasi Ulama tak boleh dilupakan ISLAM itu PEMAAF, tapi tak boleh MELUPAKAN . #spirit212  #spiritberjamaah  #kamibersamahrs  #kamitidaktakut  #photo  #meme  #karikatur  #kata  #opini  #perangopini  #mca  #moslemcyberarmy 
Kenapa kita marah ketika bendera kita terpasang terbalik ? Kenapa pula kita juga kesal ketika jatah makan untuk atlet kita tiba tiba habis tak tersisah ? Apa kita tidak sedikit tabayun dengan hal yang kita sendiri belum jelas duduk persoalannya .

Harga diri sebuah bangsa memang mutlak untuk selalu kita hidupkan dalam diri kita tapi pernahkah kita sadari di hal hal yang sederhana dan bisa kita lihat sehari hari kita sendiri tanpa sadar telah mendegradasikan rasa nasionalisme itu sendiri . .
.

Penghargaan terhadap nama bangsa .
. 
Kita sekarang sudah familiar dengan kata Indo untuk menyebutkan kata Indonesia , kenapa kita tidak marah ? kalian tahu kata Indo merujuk pada penyebutan terhadap TKI kita yang bekerja di sektor bangunan , atau pernakah kita tersentuh ketika bendera merah putih yang sudah kusam bahkan sobek masih tetap terpasang di depan rumah kita saat perayaan hari kemerdekaan kemarin ?.
.
.
Apa harus di benturkan dulu dengan sikap negara tetangga kita agar rasa nasionalisme itu dapat timbul dari hati kita ?
.
.
#opini
#seagames
Kenapa kita marah ketika bendera kita terpasang terbalik ? Kenapa pula kita juga kesal ketika jatah makan untuk atlet kita tiba tiba habis tak tersisah ? Apa kita tidak sedikit tabayun dengan hal yang kita sendiri belum jelas duduk persoalannya . Harga diri sebuah bangsa memang mutlak untuk selalu kita hidupkan dalam diri kita tapi pernahkah kita sadari di hal hal yang sederhana dan bisa kita lihat sehari hari kita sendiri tanpa sadar telah mendegradasikan rasa nasionalisme itu sendiri . . . Penghargaan terhadap nama bangsa . . Kita sekarang sudah familiar dengan kata Indo untuk menyebutkan kata Indonesia , kenapa kita tidak marah ? kalian tahu kata Indo merujuk pada penyebutan terhadap TKI kita yang bekerja di sektor bangunan , atau pernakah kita tersentuh ketika bendera merah putih yang sudah kusam bahkan sobek masih tetap terpasang di depan rumah kita saat perayaan hari kemerdekaan kemarin ?. . . Apa harus di benturkan dulu dengan sikap negara tetangga kita agar rasa nasionalisme itu dapat timbul dari hati kita ? . . #opini  #seagames 
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
√ OPINI
(Nadirsyah Hosen,
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School)
_

Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut.

Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: “terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut”. Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, “wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini”. Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti.

Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jam’ul Jawami’, Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, & meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut.

Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para Kiai itu menuntut ilmu. Para Kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini skrg lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu. (lanjut di komen) ⬇⬇⬇
√ OPINI (Nadirsyah Hosen, Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School) _ Prof Ahmad Chatib (Allah yarham) pernah bercerita beliau baru saja membeli sebuah buku dalam perjalanan di luar negeri. Kemudian beliau berpapasan di pintu dengan Gus Dur yang segera melihat buku bagus di tangan Prof Ahmad Chatib. Gus Dur bergegas ke dalam toko buku hendak membeli buku yang sama, tapi ternyata itu stok buku terakhir yang ada. Gus Dur kemudian cepat-cepat mengejar Prof Ahmad Chatib dan meminta beliau untuk meminjamkan buku tersebut. Prof Ahmad Chatib, yang menceritakan kisah ini di kelas mata kuliah Filsafat Hukum Islam tahun 1994 di IAIN Jakarta, berkata: “terpaksa saya sodorkan buku itu kepada Gus Dur yang ingin sekali membaca buku tersebut”. Selang beberapa lama setiap bertemu di Jakarta, Prof Ahmad Chatib selalu menanyakan nasib bukunya yang dipinjam Gus Dur itu. Akhirnya Gus Dur mengembalikan buku itu. Prof Ahmad Chatib terkejut setelah membukanya, “wah buku saya sudah penuh dengan catatan Gus Dur di sana-sini”. Rupanya begitulah kesungguhan Gus Dur dalam menelaah sebuah kitab: sampai buku pinjaman pun dicoret-coreti. Kisah kedua yang hendak saya ceritakan ini mengenai Kiai Abbas dari Buntet Pesantren. Saat Abah saya hendak mengaji kepada Kiai Abbas dengan membawa kitab Jam’ul Jawami’, Kiai Abbas mengaku belum terlalu menguasai kitab itu, & meminta Abah saya datang kembali membawa kitab tersebut beberapa hari ke depan. Rupanya Kiai Abbas menyimak dulu isi kitab ushul al-fiqh karya Imam al-Subki tersebut, dan kemudian setelah itu Abah saya dipanggil kembali dan Kiai Abbas dengan lancar mengajarkan isi kitab tersebut. Dua kisah di atas saya ceritakan untuk menunjukkan kesungguhan para Kiai itu menuntut ilmu. Para Kiai itu membaca, menyimak dan memberi catatan isi kitab. Mereka menjadi alim bukan terjadi begitu saja. Sengaja diambil kisah dua kiai, yaitu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Kiai Abbas. Kedua tokoh hebat pada masanya masing-masing ini skrg lebih sering dibahas karomah beliau berdua ketimbang dikisahkan kesungguhan beliau berdua belajar menuntut ilmu. (lanjut di komen) ⬇⬇⬇
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.

Stay tuned untuk ikuti lanjutannya 🤗🌸 @cinematodawah X @vlopsjkt
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . Stay tuned untuk ikuti lanjutannya 🤗🌸 @cinematodawah X @vlopsjkt
[GHAZI]
.
.
"Ambillah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut yang kecil, lalu Allah memberi nikmat yang demikian besar ini maka berjalanlah seperti yang aku lakukan. Bekerjalah engkau untuk meninggikan agama Allah ini dan hormatilah ahlinya. Janganlah engkau hamburkan harta negara, berfoya-foya dan menggunakannya melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab-sebab terbesar datangnya kehancuran."[Mahmed II Muhammad Al-Fatih]
.
Apakah engkau seorang pemuda yang mengaku muslim? Ataukah engkau hanyalah pengaku saja?
.
Apa yang telah engkau perbuat dalam hidupmu maupun agamamu? Sudah adakah? Atau engkau hanya terdiam dengan kesibukanmu?
.
Para pemuda dulu berjuang demi agamanya. Ketika berumur sangat muda mereka berhasil membebaskan konstantionopel ketika masih pemuda mereka mampu membuka pintu tembok Al-Quds bahkan agama ini dibangun oleh para pemuda sahabt Rasulullah.
.
Lalu mengapa pemuda sekarang begitu lemah? Sibuk soal cinta dan galau hanya karena pergaulan? Tak adakah hal lain? Engkau berkata ini wajar karena masa puber? .
.
Bukankah usia pemuda dulu dan sekarang itu sama hanya sekitar umur 17-25 tahun yang disebut pemuda? Lalu apa bedanya engkau dengan mereka? Mengapa kita begitu lemah sekarang?
.
.
Wahai pemuda bangunkan ghirohmu!!! Tunjukkan visi masa mudamu!!! Engkau juga bisa!!! Hanya kapan engkau akan membuka mata dan hatimu karena sudah tak ada alasan lagi tuk terdiam...
.
"Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya, sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Mahaperkasa." [QS. Al-Hajj: 40]
...
From @dimassalfyan
...
#mahasiswamuslim
#dimboart #myart #pendrawing #markerdrawing #drawing #mediviel #pemudaislam #ghazi #syuhada #islam #muslim #dakwah #muhasabah #sajakpejuang #dakwahart #syahid #fiisabilillah #sketchart #muslimart #doodleart #syiar #ikhwan #muslimin #cintadakwah #opini - #regrann
[GHAZI] . . "Ambillah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut yang kecil, lalu Allah memberi nikmat yang demikian besar ini maka berjalanlah seperti yang aku lakukan. Bekerjalah engkau untuk meninggikan agama Allah ini dan hormatilah ahlinya. Janganlah engkau hamburkan harta negara, berfoya-foya dan menggunakannya melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab-sebab terbesar datangnya kehancuran."[Mahmed II Muhammad Al-Fatih] . Apakah engkau seorang pemuda yang mengaku muslim? Ataukah engkau hanyalah pengaku saja? . Apa yang telah engkau perbuat dalam hidupmu maupun agamamu? Sudah adakah? Atau engkau hanya terdiam dengan kesibukanmu? . Para pemuda dulu berjuang demi agamanya. Ketika berumur sangat muda mereka berhasil membebaskan konstantionopel ketika masih pemuda mereka mampu membuka pintu tembok Al-Quds bahkan agama ini dibangun oleh para pemuda sahabt Rasulullah. . Lalu mengapa pemuda sekarang begitu lemah? Sibuk soal cinta dan galau hanya karena pergaulan? Tak adakah hal lain? Engkau berkata ini wajar karena masa puber? . . Bukankah usia pemuda dulu dan sekarang itu sama hanya sekitar umur 17-25 tahun yang disebut pemuda? Lalu apa bedanya engkau dengan mereka? Mengapa kita begitu lemah sekarang? . . Wahai pemuda bangunkan ghirohmu!!! Tunjukkan visi masa mudamu!!! Engkau juga bisa!!! Hanya kapan engkau akan membuka mata dan hatimu karena sudah tak ada alasan lagi tuk terdiam... . "Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya, sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Mahaperkasa." [QS. Al-Hajj: 40] ... From @dimassalfyan ... #mahasiswamuslim  #dimboart  #myart  #pendrawing  #markerdrawing  #drawing  #mediviel  #pemudaislam  #ghazi  #syuhada  #islam  #muslim  #dakwah  #muhasabah  #sajakpejuang  #dakwahart  #syahid  #fiisabilillah  #sketchart  #muslimart  #doodleart  #syiar  #ikhwan  #muslimin  #cintadakwah  #opini  - #regrann 
@Regrann from @backto_muslimidentity -  #Opini
Islam Pemicu Kebangkitan Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik.

Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka.

Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya.

Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru.

Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid.

Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita.
@Regrann from @backto_muslimidentity - #Opini  Islam Pemicu Kebangkitan Barat REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik. Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka. Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya. Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru. Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid. Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita.
#selamatkansaudarakita
#SelamatkanNKRI 
#selamatkankemanusiaan 
#kamibersamahrs 
#stopkriminalisasiulama 
#flatearth
#flatearthsociety
#wonderfulindonesia
#spirit212 
#indonesia 
#peoplepower 
#fpi 
#fpibersamarakyatdantni 
#fpibersamarakyat 
#bumidatar 
#muslimcyberarmy 
#muslimcyberarmybersatu 
#cyberarmy
#mca
#opini 
#perangopini

Kebohongan-kebohongan Penguasa digerakkan oleh media sosial dan Insyaa Allah digagalkan oleh media sosial. .

Orang yg punya otak, Benci akan kebohongan .

Orang Netral ?......ah sudahlah . ------------------------------ .

Paham yah!!? .

Firaun tak boleh dilupakan
Namrud tak boleh dilupakan
Qorun tak boleh dilupakan
Kaum 'Ad tak boleh dilupakan
Kaum Tsamud tak boleh dilupakan
Umat Nabi Nuh tak boleh dilupakan
Kaum Luth tak boleh dilupakan
Kaum Samiri tak boleh dilupakan
Musailamah Al-Kadzdzab tak boleh dilupakan
Abdullah bin saba tak boleh dilupakan
Abu jahal tak boleh dilupakan
Kemal At-Taturk tak boleh dilupakan
Kriminalisasi Ulama tak boleh dilupakan

ISLAM itu PEMAAF, tapi tak boleh MELUPAKAN .

#spirit212 #spiritberjamaah #kamibersamahrs #kamitidaktakut #photo #meme #karikatur #kata #opini #perangopini #mca #moslemcyberarmy
#selamatkansaudarakita  #SelamatkanNKRI  #selamatkankemanusiaan  #kamibersamahrs  #stopkriminalisasiulama  #flatearth  #flatearthsociety  #wonderfulindonesia  #spirit212  #indonesia  #peoplepower  #fpi  #fpibersamarakyatdantni  #fpibersamarakyat  #bumidatar  #muslimcyberarmy  #muslimcyberarmybersatu  #cyberarmy  #mca  #opini  #perangopini  Kebohongan-kebohongan Penguasa digerakkan oleh media sosial dan Insyaa Allah digagalkan oleh media sosial. . Orang yg punya otak, Benci akan kebohongan . Orang Netral ?......ah sudahlah . ------------------------------ . Paham yah!!? . Firaun tak boleh dilupakan Namrud tak boleh dilupakan Qorun tak boleh dilupakan Kaum 'Ad tak boleh dilupakan Kaum Tsamud tak boleh dilupakan Umat Nabi Nuh tak boleh dilupakan Kaum Luth tak boleh dilupakan Kaum Samiri tak boleh dilupakan Musailamah Al-Kadzdzab tak boleh dilupakan Abdullah bin saba tak boleh dilupakan Abu jahal tak boleh dilupakan Kemal At-Taturk tak boleh dilupakan Kriminalisasi Ulama tak boleh dilupakan ISLAM itu PEMAAF, tapi tak boleh MELUPAKAN . #spirit212  #spiritberjamaah  #kamibersamahrs  #kamitidaktakut  #photo  #meme  #karikatur  #kata  #opini  #perangopini  #mca  #moslemcyberarmy 
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
#IndonesiaTanpaJIL
#movie #film #scene #filmis
#filmislam
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . #IndonesiaTanpaJIL  #movie  #film  #scene  #filmis  #filmislam 
Kuy follow @cinematodawah  dan nantikan video² menariknya! 
#Repost @cinematodawah (@get_repost)
・・・
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah
Kuy follow @cinematodawah dan nantikan video² menariknya! #Repost  @cinematodawah (@get_repost) ・・・ Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah 
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page @cinematodawah
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page @cinematodawah
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
@Regrann from @cinematodawah -  Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah. - #regrann
@Regrann from @cinematodawah - Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . - #regrann 
:
____________________________/
Ketika CINEMATODA'WAH memanggil... #GueMuslimGueKeren
.
@Regrann dari @cinematodawah -  Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah. - #regrann
: ____________________________/ Ketika CINEMATODA'WAH memanggil... #GueMuslimGueKeren  . @Regrann dari @cinematodawah - Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . - #regrann 
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
Wattunami hafal 3 stanza..✊ Jangan ngaku Pemuda kalo gak hafal Indonesia Raya.. 😂😂 #opini #indonesiaraya #instanews
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? 
Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? 
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.

Stay tuned untuk ikuti lanjutannya 🤗🌸 @cinematodawah X @vlopsjkt
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . Stay tuned untuk ikuti lanjutannya 🤗🌸 @cinematodawah X @vlopsjkt
#Repost @cinematodawah (@get_repost)
・・・
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
#Repost  @cinematodawah (@get_repost) ・・・ Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
#dakwahituasik #RepostSave @cinematodawah with @repostsaveapp ・・・ Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah.
#dakwahituasik  #RepostSave  @cinematodawah with @repostsaveapp ・・・ Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah .
Beberapa hari ini, bergulat dengan dua objek di atas. Mic dan kopi, iya karena jika boleh sedikit ngoceh, ada banyak yang harus dipikirkan, bukan hanya soal "Bagaimana besok?" tapi juga "Apa idemu untuk besok?" sampai kadang butuh jam melek lebih, bukan jam tidur karena untuk hari ini saja belum nemu idenya. *maafkan sayaaa naskah iklan 😅
.
Dan Agustus menjadi pertemuan rutin dengan mic atau pengeras suara, karena kadang harus ngoceh sana-sini supaya berjalannya acara terpandu oleh saya yang apalah masih belajar.
.
Oh iya, sebelum ke inti resah yang rusuh hari ini, buat iklan WC Buntu dan ada Good Day disana, anggap saja aku sedang endorsement mereka *ngarep banget ada nominal masuk, kan lumayan lah yaa dua pemasukan hihi.
.
Iya, jadi di postingan ini aku ingin bahas socmed setelah lihat vlognya mbak @gitasav , yang paling terbaru update 6 hari lalu. Disana dia bilang, pendapat dia tentang social media. Kemudian aku setuju banget ketika bahasannya adalah, di satu sisi dampaknya sangat berbahaya. Sebab akupun pernah hampir terusik emosiku ketika baca jumlah komentar segaban dari satu postingan. Yang sebenarnya, ada banyak waktu bermanfaat lain untuk realita.
.
Maka, itulah socmed, bisa berakibat sampai kita kehilangan empati, kehilangan arah cara menyampaikan pendapat yang baik, kehilangan waktu dan momen bahwa sebenarnya banyak media salur emosi yang lebih positif misal dengan ngobrol atau diskusi, olahraga atau lainnya sebagai hobi. Jadi ya, hidup pada ruang sosial sesungguhnya, jangan sampai terbalik posisinya.
.
Mungkin pendapatku, kalian dan mbak Gita berbeda. Kita tetap punya perspektif dari diri kita masing-masing. Tapi maksud mbak Gita, bener sih. Boleh beda-beda berkacamata opini, yang perlu diingat kita tetap punya budaya, background yang berpengaruh terhadap penyampaiannya. Jangan sampai kehilangan hal-hal yang sebenarnya wajar. Sehingga, lebih daripada itu atau tidak sama sekali perihal kewajarannya.
.
Korelasi kopi, mic and kepsyen is? Have a 'Good Day' with your idea but remember, we have a rule to tell it.
.
Sidoarjo, 20 Agustus 2017
.
#journal #opinion #writing #productive #menulis #produktif #jurnal #opini
Beberapa hari ini, bergulat dengan dua objek di atas. Mic dan kopi, iya karena jika boleh sedikit ngoceh, ada banyak yang harus dipikirkan, bukan hanya soal "Bagaimana besok?" tapi juga "Apa idemu untuk besok?" sampai kadang butuh jam melek lebih, bukan jam tidur karena untuk hari ini saja belum nemu idenya. *maafkan sayaaa naskah iklan 😅 . Dan Agustus menjadi pertemuan rutin dengan mic atau pengeras suara, karena kadang harus ngoceh sana-sini supaya berjalannya acara terpandu oleh saya yang apalah masih belajar. . Oh iya, sebelum ke inti resah yang rusuh hari ini, buat iklan WC Buntu dan ada Good Day disana, anggap saja aku sedang endorsement mereka *ngarep banget ada nominal masuk, kan lumayan lah yaa dua pemasukan hihi. . Iya, jadi di postingan ini aku ingin bahas socmed setelah lihat vlognya mbak @gitasav , yang paling terbaru update 6 hari lalu. Disana dia bilang, pendapat dia tentang social media. Kemudian aku setuju banget ketika bahasannya adalah, di satu sisi dampaknya sangat berbahaya. Sebab akupun pernah hampir terusik emosiku ketika baca jumlah komentar segaban dari satu postingan. Yang sebenarnya, ada banyak waktu bermanfaat lain untuk realita. . Maka, itulah socmed, bisa berakibat sampai kita kehilangan empati, kehilangan arah cara menyampaikan pendapat yang baik, kehilangan waktu dan momen bahwa sebenarnya banyak media salur emosi yang lebih positif misal dengan ngobrol atau diskusi, olahraga atau lainnya sebagai hobi. Jadi ya, hidup pada ruang sosial sesungguhnya, jangan sampai terbalik posisinya. . Mungkin pendapatku, kalian dan mbak Gita berbeda. Kita tetap punya perspektif dari diri kita masing-masing. Tapi maksud mbak Gita, bener sih. Boleh beda-beda berkacamata opini, yang perlu diingat kita tetap punya budaya, background yang berpengaruh terhadap penyampaiannya. Jangan sampai kehilangan hal-hal yang sebenarnya wajar. Sehingga, lebih daripada itu atau tidak sama sekali perihal kewajarannya. . Korelasi kopi, mic and kepsyen is? Have a 'Good Day' with your idea but remember, we have a rule to tell it. . Sidoarjo, 20 Agustus 2017 . #journal  #opinion  #writing  #productive  #menulis  #produktif  #jurnal  #opini 
@Regrann from @cinematodawah -  Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah. - #regrann
@Regrann from @cinematodawah - Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . - #regrann 
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI.

Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival #2017. 
Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang  Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam.

Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? .

#
Nantikan #opini dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook page #Cinematodawah. Link Facebook Page ada di bio ya.
Mereka Bicara Tentang #TOLERANSI . Tanggapan mereka terhadap film "Aku Adalah Kau Yang Lain". Para publik figur ini akhirnya ikut bersuara terhadap film pemenang #PoliceMovieFestival  #2017 . Film yang dibuat oleh Anto Galon dan dinobatkan sebagai pemenang Police Movie Festival itu, menuai kecaman dari umat #Islam . Bagaimana realitanya? Benarkah umat Islam begitu #intoleran  seperti digambarkan dalam film berdurasi tujuh menit itu? Bagaimana toleransi yang sesunguhnya ? . # Nantikan #opini  dari @marioirwinsyah, @ratu_anandita, @dimasseto_1, @umank_ady, dan @ariekuntung di #facebook  page #Cinematodawah . Link Facebook Page ada di bio ya.
Kilas balik ketika rihlah ke Bandung
.
.
Belajar dari seorang pengamen yang kelihatanya kurang modal, namun bisa membawa keceriaan ke seisi bus. Bukan suara yang membuat kehadiranya menyenangkan, tapi bagaimana ia bisa mengakrabkan diri kepada seisi penumpang.
Sekilas yang dilakukanya juga terdengar kurang baik, mengingat bahwa yang dinaikinya bukanlah bus umum. Tapi, tetap ada hikmah yang dapat dipetik dari aksinya itu berupa keberanianya.
Keberanian untuk masuk kedalam bus demi mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya. Sebuah keberanian yang perlu kita aplikasikan juga kedalam kehidupan kita.
#ditulisinaja
#opini
#rihlahinfinity
Kilas balik ketika rihlah ke Bandung . . Belajar dari seorang pengamen yang kelihatanya kurang modal, namun bisa membawa keceriaan ke seisi bus. Bukan suara yang membuat kehadiranya menyenangkan, tapi bagaimana ia bisa mengakrabkan diri kepada seisi penumpang. Sekilas yang dilakukanya juga terdengar kurang baik, mengingat bahwa yang dinaikinya bukanlah bus umum. Tapi, tetap ada hikmah yang dapat dipetik dari aksinya itu berupa keberanianya. Keberanian untuk masuk kedalam bus demi mencari nafkah untuk dirinya dan keluarganya. Sebuah keberanian yang perlu kita aplikasikan juga kedalam kehidupan kita. #ditulisinaja  #opini  #rihlahinfinity 
@Regrann from @dwi1924 -  #Opini
Islam Pemicu Kebangkitan Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik.

Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka.

Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya.

Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru.

Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid.

Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di ma sa keemasan Islam, Selengkapnya cek link
@Regrann from @dwi1924 - #Opini  Islam Pemicu Kebangkitan Barat REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik. Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka. Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya. Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru. Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid. Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di ma sa keemasan Islam, Selengkapnya cek link
Apa yang kami perbuat tidak akan pernah setara dengan perjuangan para pahlawan,... Hanya ini cara kami, putra/putri negri untuk mengenang jasa para pahlawan ...
.
.
.
.
#ynwa #saveyangdisana #opini #merdeka #merahputih #Indonesiapusaka #pancasila #bhinekatunggalika #pahlawan #pribumi
Moja przyszłość to hologram a z każdym krokiem staje się rzeczywistością #zawsze #pod #prąd i #wbrew #opini #innych
Melihat tawamu, mendengar senandung mu.
Terlihat jelas di mataku, warna-warna indahmu..... Anugerah terindah yang pernah kumiliki.....
.
.
.
.
#ynwa #saveyangdisana #opini #hitamputih #hitammanis #goresanpencil #seniitucantik #gambar
Hidup adalah tentang menikmati
Dengan menikmati kita belajar bersyukur
Hidup harus disyukuri 
Karena kita hanya menjalani hidup
Bukan membuat hidup
#opini
Hidup adalah tentang menikmati Dengan menikmati kita belajar bersyukur Hidup harus disyukuri Karena kita hanya menjalani hidup Bukan membuat hidup #opini 
#merdekaitu.. ketika kita terbebas dari penyakit hati
ketika bisa mengontrol emosi
ketika bisa bebas berekspresi
ketika kita bisa menikmati hak kita sebagai hamba
#opini #myopinion

#irhamnaa
#fagfirlanaa 
#alhamdulillah😇 
#gorontalostory📝 
#partofmylife
Karena takdir selalu menuntun ke arah yang terbaik untuk setiap pribadi...
.
.
.
.
Tetap semangat dan selalu berbahagia.....
#hanya #sekadar #opini #me #pkkmb2017 #malang #fe #um
@Regrann from @backto_muslimidentity -  #Opini
Islam Pemicu Kebangkitan Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik.

Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka.

Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya.

Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru.

Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid.

Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di ma sa keemasan Islam,
Selengka
@Regrann from @backto_muslimidentity - #Opini  Islam Pemicu Kebangkitan Barat REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik. Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka. Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya. Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru. Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid. Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di ma sa keemasan Islam, Selengka
Mereka beropini pembenci sana sini gue jalani hidup jangan dinikmati tapi di pahami dek 😂😈😇 #denpasar#xiaomi#opini#gading#hits#kekinikinan#ngentot#toket#jomblo#pacaran
@backto_muslimidentity -  #Opini
Islam Pemicu Kebangkitan Barat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik.

Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka.

Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya.

Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru.

Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid.

Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di ma sa keemasan Islam,
@backto_muslimidentity - #Opini  Islam Pemicu Kebangkitan Barat REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekspansi Islam senantiasa tidak berupa invasi apalagi penjajahan. Sebab, Islam memiliki dua watak dasar, yakni keterbukaan dan toleransi. Alquran menegaskan, tidak ada paksaan dalam Islam. Dalam banyak rezim kesultanan, tidak jarang dijumpai orang-orang Yahudi atau Kristen menduduki jabatan penting di birokrasi. Sebab, acuannya bukan apa agama mereka, melainkan kecakapan intelektual atau politik. Garaudy mencontohkan, seorang santo bernama Jean Damascene menjabat sebagai kepala keuangan di zaman Kekhilafahan Bani Umayyah di Damaskus. Baitul Hikmah yang didirikan Khalifah al-Makmun dari Bani Abbasiyah dipimpin seorang rahib Kristen Nestorian, Hunain bin Ishak. Lembaga pendidikan yang berlokasi di Baghdad itu lantas menjadi pusat keunggulan sains dan filsafat yang terbuka bagi segenap ilmuwan dari pelbagai penjuru, apa pun kebangsaan atau agama mereka. Kekerasan fisik bukanlah senjata utama ekspansi Islam. Garaudy menulis, Islam menyasar aspek ekonomi, sosial, dan politik untuk memantapkan pengaruh di daerah-daerah luar Arab. Ekspansi pun terjadi ketika kebudayaan-kebudayaan lama sedang mengalami degradasi akibat krisis internalnya. Hal ini tampak antara lain ketika Islam berhasil menaklukkan Spanyol pada awal abad kedelapan. Islam membawa perubahan sosial yang masif karena kebobrokan sistem sosial yang lebih dahulu ada di sana. Singkatnya, ada perbedaan yang tegas antara iman baru dan mewujudkan masyarakat baru. Untuk masyarakat baru yang sangat luas ini, kata Garaudy, Islam telah membawakan bahasa umum, yaitu bahasa Arab. Tentu saja, pengutamaan bahasa Arab karena itulah bahasa kitab suci Alquran. Namun, pemakaian luas bahasa tersebut tidak berarti homogenisasi. Sebab, bahasa-bahasa serta kebudayaan-kebudayaan lokal tetap terpelihara. Lebih lanjut, kebudayaan Islam menyerap dan mengembangkan segenap kebudayaan itu tanpa kehilangan identitas tauhid. Hasilnya terutama adalah perkembangan teknologi yang signifikan. Dahulu, dalam awal abad pertama Masehi orang-orang Romawi menyebut Laut Mediterania sebagai laut kita. Kini di ma sa keemasan Islam,