an online Instagram web viewer
  • maniacinema_
    Cinema Is My Love.
    @maniacinema_

Images by maniacinema_

Behind the scenes of Carol (2015) 
Dir : Todd Haynes.
Kak Mara ama Buk Blanchett sangat mantap di film ini 😁😍
Behind the scenes of Carol (2015) Dir : Todd Haynes. Kak Mara ama Buk Blanchett sangat mantap di film ini 😁😍
Wind River (2017)
Dir : Taylor Shedirian

Film ini begitu banyak mendapat apresiasi yang gila dari para audiens. Mulai mendapat nilai "A+" di forum forum film di instagram sampai mendapat 8 menit standing ovation di festival film de cannes 2017. Apakah itu semua berlebihan? Tidak! Film ini memang gila bener bagusnyaa!!. Bercerita tentang penyelidikan seorang mayat yang benama Natalie, yang ditemukan mati dan kaki telanjang di Wind River Reservation di Wyoming, amerika serikat. Cory, seorang pemburu mengganggap korban meninggal karena terkapar karena kedinginan, namun agen FBI bernama Jane mengganggap kasus ini sebuah kasus pembunuhan. Terjadi lah kontradiksi dalam menemukan kasus ini.

Saya suka bagaimana Shedirian menggambarkan film ini begitu thrill dan menegangkan. Thrill di film ini sangat apik di bangun oleh sheridian, setiap adegan dan setiap gerakan yang di lakukan oleh karakter terasa begitu thrill dan seru. Score di film ini sungguh menjadi hal yang utama, tanpa ada score yang mantap di film ini, mungkin film ini akan biasa aja. Score di film ini sungguh di garap begitu orkestra namun juga di waktu yang sama menegangkan, anda bisa membayangkan betapa mewah dan menengangkannya score di film ini. Cinematography di film ini memang gila bener, eyegasm banget dah!. Hanya mematok durasi 100 menit, jalur cerita film ini sungguh berjalan sangat bagus dan juga efesien. Meksipun durasi 100 menit itu cukup, namun menurut saya harus di tambahkan lagi durasinya, soalnya biar lebih seru 😂. Dan yang saya salut juga dari film ini adalah adanya unsur heart feltnya. Ya memang, film ini memiliki unsur thrill yang begitu tinggi namun di perhalus juga adanya rasa kemanusiaan yang heart felt nya yang membuat saya merasa dekat dengan film ini. 
Film ini juga menjelaskan kepada kita tentang apa itu rasa kehilangan dan bagaimana cara melupakannya. Dan juga bercerita tentang perjuangan yang sejati yang hanya di lakukan oleh orang yang ingin berjuang. Overall, Wind River adalah sebuah film thriller yang memiliki unsur thrill yang tinggi dan juga unsur heart felt yang bagus. Sehingga, penonton tak hanya pipis di celana namun juga "pipis" di matanya😂.
Wind River (2017) Dir : Taylor Shedirian Film ini begitu banyak mendapat apresiasi yang gila dari para audiens. Mulai mendapat nilai "A+" di forum forum film di instagram sampai mendapat 8 menit standing ovation di festival film de cannes 2017. Apakah itu semua berlebihan? Tidak! Film ini memang gila bener bagusnyaa!!. Bercerita tentang penyelidikan seorang mayat yang benama Natalie, yang ditemukan mati dan kaki telanjang di Wind River Reservation di Wyoming, amerika serikat. Cory, seorang pemburu mengganggap korban meninggal karena terkapar karena kedinginan, namun agen FBI bernama Jane mengganggap kasus ini sebuah kasus pembunuhan. Terjadi lah kontradiksi dalam menemukan kasus ini. Saya suka bagaimana Shedirian menggambarkan film ini begitu thrill dan menegangkan. Thrill di film ini sangat apik di bangun oleh sheridian, setiap adegan dan setiap gerakan yang di lakukan oleh karakter terasa begitu thrill dan seru. Score di film ini sungguh menjadi hal yang utama, tanpa ada score yang mantap di film ini, mungkin film ini akan biasa aja. Score di film ini sungguh di garap begitu orkestra namun juga di waktu yang sama menegangkan, anda bisa membayangkan betapa mewah dan menengangkannya score di film ini. Cinematography di film ini memang gila bener, eyegasm banget dah!. Hanya mematok durasi 100 menit, jalur cerita film ini sungguh berjalan sangat bagus dan juga efesien. Meksipun durasi 100 menit itu cukup, namun menurut saya harus di tambahkan lagi durasinya, soalnya biar lebih seru 😂. Dan yang saya salut juga dari film ini adalah adanya unsur heart feltnya. Ya memang, film ini memiliki unsur thrill yang begitu tinggi namun di perhalus juga adanya rasa kemanusiaan yang heart felt nya yang membuat saya merasa dekat dengan film ini. Film ini juga menjelaskan kepada kita tentang apa itu rasa kehilangan dan bagaimana cara melupakannya. Dan juga bercerita tentang perjuangan yang sejati yang hanya di lakukan oleh orang yang ingin berjuang. Overall, Wind River adalah sebuah film thriller yang memiliki unsur thrill yang tinggi dan juga unsur heart felt yang bagus. Sehingga, penonton tak hanya pipis di celana namun juga "pipis" di matanya😂.
#Animonday .
.
.
.

Perfect Blue (1998)
Studio Madhouse
Directed by Satoshi Kon
Psychological, Drama, Thriller

Saya pernah membicarakan tentang satoshi kon di #directorspotlight saya bagaimana karya karyanya mempengaruhi layar kaca sekarang tidak hanya dikancah jepang namun juga dunia, dan Perfect Blue adalah salah satu karyanya yang cukup terkenal, diambil dari novel dari judul yang sama karya yoshikazu takeuchi, satoshi kon berhasil menerjemah literatur tersebut menuju layar kaca dengan sangat indahnya.

Perfect Blue sendiri menceritakan tentang Mima Kirigoe seorang penyanyi dari Idol yang bernama CHAM!, Mima memutuskan untuk berpisah dengan grup yang membesarkan namanya dan mengambil karir baru sebagai seorang aktris, dia mulai mengambil peran peran kecil di drama series yang cukup terkenal, dia juga mengambil job sebagai Gravure Idol, dia cukup sukses dengan itu, namun Mima memiliki fans setia yang kecewa terhadap keputusannya, hingga salah satu fans tersebut berubah menjadi stalker, si stalker tau setiap gerak gerik yang mima lakukan dan dia menyebarkannya ke internet, mima yang stress mulai kehilangan akal sehatnya dan garis antar realita dan mimpi pun mulai terputus.

Film ini adalah big push bagi karir satoshi kon, dia mulai mendapat rekognisi dari industri perfilman, dan jika kalian menontonnya, kalian tau kenapa, garis realita dan mimpi semakin tak jelas seiring film berjalan, kita tak tau jelas apakah ini dipikiran mima atau realita dan ini sungguh menyeramkan dan menegangkan.

Film ini juga bukan film bagi anak anak kecil, ada adegan yang cukup dark terjadi di film ini dan penuh darah yang bisa ditemukan disepanjang film ini, faktor psychological di perfect blue di explore dengan cukup dalam oleh satoshi kon, dengan pendalaman emosional karakter yang di develop dengan baik, juga satoshi kon mengeksplor the dark side of idols, dimana fans fans di jepang memiliki obsesi yang diluar nalar untuk idolanya, dan akan melakukan apapun demi menjaga idolnya, kasus seperti ini banyak ditemukan di real life jepang dimana para fans melakukan hal yang tak sepantasnya ke idola nya

Lanjut komen kuy
#Animonday  . . . . Perfect Blue (1998) Studio Madhouse Directed by Satoshi Kon Psychological, Drama, Thriller Saya pernah membicarakan tentang satoshi kon di #directorspotlight  saya bagaimana karya karyanya mempengaruhi layar kaca sekarang tidak hanya dikancah jepang namun juga dunia, dan Perfect Blue adalah salah satu karyanya yang cukup terkenal, diambil dari novel dari judul yang sama karya yoshikazu takeuchi, satoshi kon berhasil menerjemah literatur tersebut menuju layar kaca dengan sangat indahnya. Perfect Blue sendiri menceritakan tentang Mima Kirigoe seorang penyanyi dari Idol yang bernama CHAM!, Mima memutuskan untuk berpisah dengan grup yang membesarkan namanya dan mengambil karir baru sebagai seorang aktris, dia mulai mengambil peran peran kecil di drama series yang cukup terkenal, dia juga mengambil job sebagai Gravure Idol, dia cukup sukses dengan itu, namun Mima memiliki fans setia yang kecewa terhadap keputusannya, hingga salah satu fans tersebut berubah menjadi stalker, si stalker tau setiap gerak gerik yang mima lakukan dan dia menyebarkannya ke internet, mima yang stress mulai kehilangan akal sehatnya dan garis antar realita dan mimpi pun mulai terputus. Film ini adalah big push bagi karir satoshi kon, dia mulai mendapat rekognisi dari industri perfilman, dan jika kalian menontonnya, kalian tau kenapa, garis realita dan mimpi semakin tak jelas seiring film berjalan, kita tak tau jelas apakah ini dipikiran mima atau realita dan ini sungguh menyeramkan dan menegangkan. Film ini juga bukan film bagi anak anak kecil, ada adegan yang cukup dark terjadi di film ini dan penuh darah yang bisa ditemukan disepanjang film ini, faktor psychological di perfect blue di explore dengan cukup dalam oleh satoshi kon, dengan pendalaman emosional karakter yang di develop dengan baik, juga satoshi kon mengeksplor the dark side of idols, dimana fans fans di jepang memiliki obsesi yang diluar nalar untuk idolanya, dan akan melakukan apapun demi menjaga idolnya, kasus seperti ini banyak ditemukan di real life jepang dimana para fans melakukan hal yang tak sepantasnya ke idola nya Lanjut komen kuy
Certain Women (2016)
Dir : Kelly Reichardt

Film ini bercerita tentang lika liku kehidupan 3 wanita yang hidup di daerah montana,amerika. Diangkat dari latar belakang hidup yang beda beda,  film ini  menggambarkan setiap cerita begitu realis.

Film ini memilki 3 cerita yang berbeda. Setiap cerita di gambarkan secara realis dan sesuai dengan mood setiap karakter. Cerita yang di tawarkan oleh setiap karakter terasa simpel namun berbeda. Reichardt disini sangat lihai dalam membangun mood setiap karakternya. Dan juga cerita yang di tawarkan di film ini lumayan heart felt.

Yang menjadi patokan disini bukanlah ceritanya, namun mood nya. Ya, mood di film ini sungguh sangat tepat menggambarkan setiap karakternya. Untuk mendapatkan mood yang mantap, reichardt menggunakan pacing yang agak lambat, supaya kita sebagai penonton bisa lebih menelaah mood karakter tersebut. Reichardt disini membangun sifat setiap karakter unik dan tak biasa. Yang satu seorang pengacara, satu nya lagi ingin bangun rumah dan yang satunya hanya seorang penjaga kandang kuda biasa. Benar benar unik dan variatif.

Selain moodnya yang mantap, film ini juga terasa "manusia" nya. Realitas sosialnya sangat pandai di bawakan oleh reichardt. Cinematography nya juga tak kalah, di shot di kamera film seluloid 16mm membuat film ini begitu "asli" dan indah. Akting dari ketiga katakter pun tidak kalah. Laura dern, michelle williams dan kristen stewart berhasil dalam mendalami perannya. Namun, yang mnecuri perhatian saya adalah Lily Gladstone yang ternyata bisa berperan begitu natural dan keren!. Musik score di film ini sungguh membangun jalan cerita di film ini, score yang di gubah oleh trent reznor ini sungguh smooth namun menusuk dan terngiang di telinga.

Overall, Certain women merupakan film yang memiliki cerita yang simpel, namun dengan mood dan pendalaman karakter yang mantap, membuat film ini sungguh sangat mantap. Menurut saya film satu ini lumayan underrated, saya rasa bagi anda yang mengingunkan film drama yang santai namun mood nya kuat, saya rekomen banget buat nonton fillm ini. Salut!
Certain Women (2016) Dir : Kelly Reichardt Film ini bercerita tentang lika liku kehidupan 3 wanita yang hidup di daerah montana,amerika. Diangkat dari latar belakang hidup yang beda beda,  film ini  menggambarkan setiap cerita begitu realis. Film ini memilki 3 cerita yang berbeda. Setiap cerita di gambarkan secara realis dan sesuai dengan mood setiap karakter. Cerita yang di tawarkan oleh setiap karakter terasa simpel namun berbeda. Reichardt disini sangat lihai dalam membangun mood setiap karakternya. Dan juga cerita yang di tawarkan di film ini lumayan heart felt. Yang menjadi patokan disini bukanlah ceritanya, namun mood nya. Ya, mood di film ini sungguh sangat tepat menggambarkan setiap karakternya. Untuk mendapatkan mood yang mantap, reichardt menggunakan pacing yang agak lambat, supaya kita sebagai penonton bisa lebih menelaah mood karakter tersebut. Reichardt disini membangun sifat setiap karakter unik dan tak biasa. Yang satu seorang pengacara, satu nya lagi ingin bangun rumah dan yang satunya hanya seorang penjaga kandang kuda biasa. Benar benar unik dan variatif. Selain moodnya yang mantap, film ini juga terasa "manusia" nya. Realitas sosialnya sangat pandai di bawakan oleh reichardt. Cinematography nya juga tak kalah, di shot di kamera film seluloid 16mm membuat film ini begitu "asli" dan indah. Akting dari ketiga katakter pun tidak kalah. Laura dern, michelle williams dan kristen stewart berhasil dalam mendalami perannya. Namun, yang mnecuri perhatian saya adalah Lily Gladstone yang ternyata bisa berperan begitu natural dan keren!. Musik score di film ini sungguh membangun jalan cerita di film ini, score yang di gubah oleh trent reznor ini sungguh smooth namun menusuk dan terngiang di telinga. Overall, Certain women merupakan film yang memiliki cerita yang simpel, namun dengan mood dan pendalaman karakter yang mantap, membuat film ini sungguh sangat mantap. Menurut saya film satu ini lumayan underrated, saya rasa bagi anda yang mengingunkan film drama yang santai namun mood nya kuat, saya rekomen banget buat nonton fillm ini. Salut!
The Aviator (2004)
Directed by Martin Scorsese

Untuk persiapan perannya sebagai howard hughes, Dicaprio menghabiskan waktunya dengan pasien OCD bernama edward, dia memberi tahu Dicaprio tentang apa yang harua diperhatikan ketika memainkan karakter OCD seperti kebiasaan mengulang kalimat yang sama berulang kali.
The Aviator (2004) Directed by Martin Scorsese Untuk persiapan perannya sebagai howard hughes, Dicaprio menghabiskan waktunya dengan pasien OCD bernama edward, dia memberi tahu Dicaprio tentang apa yang harua diperhatikan ketika memainkan karakter OCD seperti kebiasaan mengulang kalimat yang sama berulang kali.
#Animonday
.
.
.

3 Gatsu No Lion (2016 TV Series)
Studio Shaft
22 Episodes
Game, Drama, Seinen

Di catch up saya dalam anime tahun lalu saya tersandung dengan anime yang satu ini, saya mendengar banyaknya respon positif pada anime ini dan akhirnya saya mencoba untuk menontonnya, dan oh my... anime ini mungkin saja pilihan saya sebagai anime terbaik di tahun 2016

Menceritakan tentan Rei Kiriyama (Kawanishi Kengo) yang telah menjadi professional di dalam dunia shogi (permainan seperti catur dari jepang) di bangku smp, karena ini dia mendapat tekanan yang berat dari dunia shogi dan keluarga angakatnya, Lalu rei pun mencari kebebasan tersendiri dengan pindah hidup seorang diri di tokyo, sebagai remaja 17 tahun rei tidak terlalu mengurus dirinya dengan baik, sifatnya yang pendiam membuatnya tidak memiliki teman di sekolah hingga suatu saat rei bertemu dengan Akari, Hina dan Momo, kakak beradik yang hidup di dekat tempat tinggal rei, mereka bertiga memutuskan untuk memberantas kesendirian yang selama ini dialami rei dengan terkadang menawarkan makan malam bersama dan bahkan mereka juga mengurus rei ketika sakit, karena perbuatan mereka ini terbentuklah sebuah tali kekeluargaan yang selama ini tak dimililiki oleh rei.

Dari sinopsis diatas kita bisa melihat bahwa faktor slice of life akan ada kuat di anime ini, namun walau begitu anime ini membawakan sebuah tema yang cukup dalam dan real, tentang ketidakpercayaan diri seseorang yang bisa menghancurkan dirinya ataupun tentang kehampaan yang dialami remaja karena ketidakadaan sosok keluarga tapi anime ini membawakan tema yang cukup dalam tersebut dengan sangat indahnya dengan dibalut sedikit komedi dan unsur game membuat anime ini sangay enjoyable untuk ditonton

Perlu saya ingatkan bahwa anime ini lebih berfokus ke karakter dan konflik yang dialami para karakter dibanding shogi nya, shogi disini hanya sebuah media penghubung antar karakter dan isi hati mereka, jadi jika kalian ingin mempelajari shogi kemungkinan kalian tidak mendapatkan penjelasan yang cukup atas permainan tersebut, sebagai contoh saya, yang tidak mengerti sama sekali tentang shogi walaupun sudah menontonnya.

Lanjut di komen kuy😁
#Animonday  . . . 3 Gatsu No Lion (2016 TV Series) Studio Shaft 22 Episodes Game, Drama, Seinen Di catch up saya dalam anime tahun lalu saya tersandung dengan anime yang satu ini, saya mendengar banyaknya respon positif pada anime ini dan akhirnya saya mencoba untuk menontonnya, dan oh my... anime ini mungkin saja pilihan saya sebagai anime terbaik di tahun 2016 Menceritakan tentan Rei Kiriyama (Kawanishi Kengo) yang telah menjadi professional di dalam dunia shogi (permainan seperti catur dari jepang) di bangku smp, karena ini dia mendapat tekanan yang berat dari dunia shogi dan keluarga angakatnya, Lalu rei pun mencari kebebasan tersendiri dengan pindah hidup seorang diri di tokyo, sebagai remaja 17 tahun rei tidak terlalu mengurus dirinya dengan baik, sifatnya yang pendiam membuatnya tidak memiliki teman di sekolah hingga suatu saat rei bertemu dengan Akari, Hina dan Momo, kakak beradik yang hidup di dekat tempat tinggal rei, mereka bertiga memutuskan untuk memberantas kesendirian yang selama ini dialami rei dengan terkadang menawarkan makan malam bersama dan bahkan mereka juga mengurus rei ketika sakit, karena perbuatan mereka ini terbentuklah sebuah tali kekeluargaan yang selama ini tak dimililiki oleh rei. Dari sinopsis diatas kita bisa melihat bahwa faktor slice of life akan ada kuat di anime ini, namun walau begitu anime ini membawakan sebuah tema yang cukup dalam dan real, tentang ketidakpercayaan diri seseorang yang bisa menghancurkan dirinya ataupun tentang kehampaan yang dialami remaja karena ketidakadaan sosok keluarga tapi anime ini membawakan tema yang cukup dalam tersebut dengan sangat indahnya dengan dibalut sedikit komedi dan unsur game membuat anime ini sangay enjoyable untuk ditonton Perlu saya ingatkan bahwa anime ini lebih berfokus ke karakter dan konflik yang dialami para karakter dibanding shogi nya, shogi disini hanya sebuah media penghubung antar karakter dan isi hati mereka, jadi jika kalian ingin mempelajari shogi kemungkinan kalian tidak mendapatkan penjelasan yang cukup atas permainan tersebut, sebagai contoh saya, yang tidak mengerti sama sekali tentang shogi walaupun sudah menontonnya. Lanjut di komen kuy😁
Stranger Things 2 (2017 TV Series)
Directed by The Duffer Brothers

due to kesibukan sekolah saya ga bisa binge watch series satu ini😑, namun akhirnyaaa setelah seminggu lebih menonton, saya berhasil menyelesaikan series satu ini. Saya yang sangat menyukai season pertama dari stranger things menyambut season kedua dengan harapan yang besar and boy they deliver so good!

Kali ini cerita berfokus kepada Will Byers (Noah Schnapp) yang adalah korban selamat dari the upside down, namun will tidak sepenuhnya selamat, will mulai merasakan efek dari pengalamannya tersebut, dia kembali melihat sesuatu dari dunia terbalik itu dan hingga akhirnya dia di posessed by this unknown monsters from the upside down untuk menguasai dunia baru yang kita sebut realita, namun Joyce Byers (Winona Ryder) tetap berusaha untuk membantu anaknya, dengan bantuan Jim Hopper (David Harbour) dan teman teman will lainnya mampukah mereka mengusir para monster ini dari dunia mereka?

Menurut saya season 2 lebih enjoyable dibanding season 1 tapi secara garis besar menurut saya season 1 masih sedikit lebih baik dari season 2, storynya memiliki build up yang cukup lama untuk bagian klimaks nya dan menurut saya ini adalah ide yang tepat karena dengan begitu karakter akan lebih tereksplor lebih dan akan bertambahnya suspense untuk di bagian finale

Akting para aktor dan aktris di series ini pun bisa dibilang bagus dengan beberapa aktor yang menonjol dibanding yang lainnya seperti noah schnopp, akting noah schnapp di season kali ini menurut saya begitu fenomenal, kita sebagai audience bisa merasakan ketakutan yang dirasakannya, dan juga scene dimana will kerasukan, noah schnapp played it to a whole new levels! Definetly an emmy worthy performance!. Para karakter pun juga semakin likable dengan scene scene bonding yang sangat enjoyable seperti dibagian steve harrington menjadi "babysitter" nya anak anak, this whole thing was hilarious and highly enjoyable😂😂, dengan datang nya karakter baru seperti bob "superhero" newby membuat series ini semakin enjoyable namun karakter billy dan max tidak berpengaruh besar dalam plot dan cerita, maybe we'll see more of them on season 3(?) Lanjut di komen kuy
Stranger Things 2 (2017 TV Series) Directed by The Duffer Brothers due to kesibukan sekolah saya ga bisa binge watch series satu ini😑, namun akhirnyaaa setelah seminggu lebih menonton, saya berhasil menyelesaikan series satu ini. Saya yang sangat menyukai season pertama dari stranger things menyambut season kedua dengan harapan yang besar and boy they deliver so good! Kali ini cerita berfokus kepada Will Byers (Noah Schnapp) yang adalah korban selamat dari the upside down, namun will tidak sepenuhnya selamat, will mulai merasakan efek dari pengalamannya tersebut, dia kembali melihat sesuatu dari dunia terbalik itu dan hingga akhirnya dia di posessed by this unknown monsters from the upside down untuk menguasai dunia baru yang kita sebut realita, namun Joyce Byers (Winona Ryder) tetap berusaha untuk membantu anaknya, dengan bantuan Jim Hopper (David Harbour) dan teman teman will lainnya mampukah mereka mengusir para monster ini dari dunia mereka? Menurut saya season 2 lebih enjoyable dibanding season 1 tapi secara garis besar menurut saya season 1 masih sedikit lebih baik dari season 2, storynya memiliki build up yang cukup lama untuk bagian klimaks nya dan menurut saya ini adalah ide yang tepat karena dengan begitu karakter akan lebih tereksplor lebih dan akan bertambahnya suspense untuk di bagian finale Akting para aktor dan aktris di series ini pun bisa dibilang bagus dengan beberapa aktor yang menonjol dibanding yang lainnya seperti noah schnopp, akting noah schnapp di season kali ini menurut saya begitu fenomenal, kita sebagai audience bisa merasakan ketakutan yang dirasakannya, dan juga scene dimana will kerasukan, noah schnapp played it to a whole new levels! Definetly an emmy worthy performance!. Para karakter pun juga semakin likable dengan scene scene bonding yang sangat enjoyable seperti dibagian steve harrington menjadi "babysitter" nya anak anak, this whole thing was hilarious and highly enjoyable😂😂, dengan datang nya karakter baru seperti bob "superhero" newby membuat series ini semakin enjoyable namun karakter billy dan max tidak berpengaruh besar dalam plot dan cerita, maybe we'll see more of them on season 3(?) Lanjut di komen kuy
Persona (1966)
Dir : Ingmar Bergman.

Just honouring a great cinematography work. What a great and cold film!.
Persona (1966) Dir : Ingmar Bergman. Just honouring a great cinematography work. What a great and cold film!.
Hujan Tak Jadi Datang (2009)
(Its Not Raining Outside)
Dir : Yoseph Anggi Noen (@angginoen)
Short Film

Kesimpelan merupakan salah satu hal yang krusial dalam proses berkesenian. Katanya, dengan memberikan elemen ke "simpelan" ke sebuah karya,  karya itu akan terlihat lebih dewasa dan lebih berkarakter. Film ini sendiri memiliki cerita yang simpel, bercerita tentang dua pegawai toko furnitur yang ingin memindahkan sebuah sofa ke dalam lobby di sebuah hotel.

Anggi noen dikenal sebagai seorang sutradara yang sering menggarap film tentang kehidupan sehari hari. Film ini merupakan debut pertamanya sebagai sutradara dan menurut saya dia sangat berhasil dalam membuat film ini begitu dekat dengan kehidupan kita. Dia tak hanya membuat film ini realis namun juga terasa dekat, walaupun di film ini hanya memiliki beberapa  karakter namun entah kenapa film ini sungguh berasa dekat dan begitu "manusia". Film ini juga memiliki pacing yang lumayan lambat dan dari sinilah anggi noen meng-eksplorasi rasa "manusia" itu. Problematika di film ini juga sangat "manusia" mulai dari susahnya memindahkan sebuah sofa dan juga pentingnya peran sebuah kipas angin di kala hari panas. Film ini sungguh begitu dekat dan realis. Dan tak lupa juga blocking dan komposisi di film ini yang sangat apik di garap oleh anggi noen dan Bayu Prihantoro.

Awalnya saya kira film ini di shot dengan kamera film 35mm, namun ternyata dengan keahlilahan lihai oleh sang DoP yaitu Bayu Filemon, membuat film ini sungguh nyata dan cinematic hanya menggunakan format mini DV. Film ini ternyata tak hanya berbicara tentang problematika yang dialami oleh kedua karakter ini, namun film ini juga berbicara lebih dalam soal hubungan yang dialami oleh kedua karakter tersebut. 
Overall, "Hujan Tak Datang" merupakan film yang unik dan simpel dan juga memiliki kedekatan yang begitu realis, salut!
Hujan Tak Jadi Datang (2009) (Its Not Raining Outside) Dir : Yoseph Anggi Noen (@angginoen) Short Film Kesimpelan merupakan salah satu hal yang krusial dalam proses berkesenian. Katanya, dengan memberikan elemen ke "simpelan" ke sebuah karya,  karya itu akan terlihat lebih dewasa dan lebih berkarakter. Film ini sendiri memiliki cerita yang simpel, bercerita tentang dua pegawai toko furnitur yang ingin memindahkan sebuah sofa ke dalam lobby di sebuah hotel. Anggi noen dikenal sebagai seorang sutradara yang sering menggarap film tentang kehidupan sehari hari. Film ini merupakan debut pertamanya sebagai sutradara dan menurut saya dia sangat berhasil dalam membuat film ini begitu dekat dengan kehidupan kita. Dia tak hanya membuat film ini realis namun juga terasa dekat, walaupun di film ini hanya memiliki beberapa  karakter namun entah kenapa film ini sungguh berasa dekat dan begitu "manusia". Film ini juga memiliki pacing yang lumayan lambat dan dari sinilah anggi noen meng-eksplorasi rasa "manusia" itu. Problematika di film ini juga sangat "manusia" mulai dari susahnya memindahkan sebuah sofa dan juga pentingnya peran sebuah kipas angin di kala hari panas. Film ini sungguh begitu dekat dan realis. Dan tak lupa juga blocking dan komposisi di film ini yang sangat apik di garap oleh anggi noen dan Bayu Prihantoro. Awalnya saya kira film ini di shot dengan kamera film 35mm, namun ternyata dengan keahlilahan lihai oleh sang DoP yaitu Bayu Filemon, membuat film ini sungguh nyata dan cinematic hanya menggunakan format mini DV. Film ini ternyata tak hanya berbicara tentang problematika yang dialami oleh kedua karakter ini, namun film ini juga berbicara lebih dalam soal hubungan yang dialami oleh kedua karakter tersebut. Overall, "Hujan Tak Datang" merupakan film yang unik dan simpel dan juga memiliki kedekatan yang begitu realis, salut!
Posesif (2017)
Dir : Edwin

Saya sedikit skeptis jika ada rilisan film romance indonesia. Kenapa? Beuh, kalau di kasih tau pasti banyak banget dah! 😂 mulai dari Akting yang klishe sampai juga cerita dan momen yang klishe membuat saya semakin mual untuk menonton nya:v.

Tetapi, berbeda dengan film garapan sutradara Edwin ini yang bercerita tentang seorang laki laki yang terlalu posesif terhadap kekasihnya. Tidak diherankan lagi, sutradara yang karyanya sudah keliling eropa dan asia ini sungguh sangat menguasai materi film ini. Edwin menggunakan cinematography yang apik untuk membawa suasana atau mood yang ada di film ini.

Cerita yang di garap oleh mbak Gina S Noer sungguh sangat berbeda dari yang lain. Cerita di film ini tak hanya tentang ke posesif an seorang cowok terhadap ceweknya namun cerita di film ini sedikit di bumbui oleh suspense yang menurut saya masih nyambung dengan jalan ceritanya. Film ini hampir tidak memiliki elemen klishe film romance kebanyakan, walaupun sedikit tidak terlalu berefek kepada jalan ceritanya, mantap dah! Gajadi muntah 😂. Dan juga tak lupa dengan akting yang ada di film ini, semuanya JOSS dah!. Putri marino di film ini sungguh sangat bagus berperan sebagai lala, Yaya unru juga menurut saya sangat bagus dalam supporting role nya dan juga tak lupa Adipati Dolken, WUHHHH keren bat dah!

Yang menjadi masalah nya adalah cerita yang ada di babak pertamanya yang menurut saya terlalu terburu buru. Dan juga perubahan mood di film ini sungguh terlalu sangat signifikan berubahnya, 15 menit konflik lalu 2 menit bahagia dan terulang terus sampai akhir film.

Overall, posesif adalah sebuah film yang memiliki cerita dan konsep yang lumayan fresh, penyutradaraan yang lumayan jos, cinematography yang ajib nan ajaib, dan juga tak lupa akting dari para pemain yang top!
Posesif (2017) Dir : Edwin Saya sedikit skeptis jika ada rilisan film romance indonesia. Kenapa? Beuh, kalau di kasih tau pasti banyak banget dah! 😂 mulai dari Akting yang klishe sampai juga cerita dan momen yang klishe membuat saya semakin mual untuk menonton nya:v. Tetapi, berbeda dengan film garapan sutradara Edwin ini yang bercerita tentang seorang laki laki yang terlalu posesif terhadap kekasihnya. Tidak diherankan lagi, sutradara yang karyanya sudah keliling eropa dan asia ini sungguh sangat menguasai materi film ini. Edwin menggunakan cinematography yang apik untuk membawa suasana atau mood yang ada di film ini. Cerita yang di garap oleh mbak Gina S Noer sungguh sangat berbeda dari yang lain. Cerita di film ini tak hanya tentang ke posesif an seorang cowok terhadap ceweknya namun cerita di film ini sedikit di bumbui oleh suspense yang menurut saya masih nyambung dengan jalan ceritanya. Film ini hampir tidak memiliki elemen klishe film romance kebanyakan, walaupun sedikit tidak terlalu berefek kepada jalan ceritanya, mantap dah! Gajadi muntah 😂. Dan juga tak lupa dengan akting yang ada di film ini, semuanya JOSS dah!. Putri marino di film ini sungguh sangat bagus berperan sebagai lala, Yaya unru juga menurut saya sangat bagus dalam supporting role nya dan juga tak lupa Adipati Dolken, WUHHHH keren bat dah! Yang menjadi masalah nya adalah cerita yang ada di babak pertamanya yang menurut saya terlalu terburu buru. Dan juga perubahan mood di film ini sungguh terlalu sangat signifikan berubahnya, 15 menit konflik lalu 2 menit bahagia dan terulang terus sampai akhir film. Overall, posesif adalah sebuah film yang memiliki cerita dan konsep yang lumayan fresh, penyutradaraan yang lumayan jos, cinematography yang ajib nan ajaib, dan juga tak lupa akting dari para pemain yang top!
#animonday .
Director Spotlight
.
Satoshi Kon (1963-2010)
.
Works as Director
-Perfect Blue (1997)
-Millenium Actress (2001)
-Tokyo Godfathers (2003)
-Paranoia Agent (2004 TV Series)
-Paprika (2006)

7 tahun lalu dunia animasi dan layar kaca kehilangan seorang talenta penata cerita yang sangat menguasai dunia visual 2D, Satoshi Kon, sangat disayangkan dengan umurnya yang cukup muda dia meninggal dunia karena kanker pankreas, karyanya yang mengeksplorasi human psychological di zaman modern, bagaimana perkembangan teknologi berpengaruh ke psikologi manusia, sungguh disayangkan sutradara satu ini tidak mendapat apresiasi yang cukup atas karyanya yang sangat influence ke dunia layar kaca.

Banyak karya-karya terkenal yang terpengaruh dari karya satoshi kon ini, bahkan beberapa sutradara hollywood yang terkenal mengaku bahwa mereka terinspirasi darinya, yang mungkin cukup terkenal adalah Black Swan (2010) karya Darren Aronofsky, darren aronofsky di duga terinspirasi dari karya satoshi kon Perfect Blue (1997), kedua film menceritakan tentang artis yang sedang mengalami konflik emosional batin dengan dirinya sendiri, beberapa kabar mengatakan bahwa awalnya aronofsky ingin mengerjakan live action adaptation dari Perfect Blue namun masih terkendala izin, beberapa karya hollywood yang diduga terinspirasi dari karya satoshi kon diantara lain
Inception (2010), Fight Club (1999), Requiem For A Dream (2000) dan banyak lainnya.

Tidak ada satupun dari karya satoshi kon yang menduduki top charts di jepang maupun diluar jepang, menurut saya alasannya terletak di penyajiannya yaitu animasi, di kala itu animasi masih dianggap sebagai childish theme dan family friendly, namun ini juga faktor ciri khas dari satoshi kon, di dunia animasi tidak ada batasan, tidak ada logika dan sangat banyak kemungkinan visual yang bisa terjadi, film kon selalu tentang manusia modern yang mempunyai kehidupan ganda - private or public, onscreen and offscreen, waking and dreaming -Tony From Every Frame a painting in Satoshi Kon - Editing Space & Time sebuah video essay tentang kejeniusan Satoshi Kon dalam editing, saya sangat merekomendasi anda untuk menontonnya jika anda ingin mendalami dunia editing
#animonday  . Director Spotlight . Satoshi Kon (1963-2010) . Works as Director -Perfect Blue (1997) -Millenium Actress (2001) -Tokyo Godfathers (2003) -Paranoia Agent (2004 TV Series) -Paprika (2006) 7 tahun lalu dunia animasi dan layar kaca kehilangan seorang talenta penata cerita yang sangat menguasai dunia visual 2D, Satoshi Kon, sangat disayangkan dengan umurnya yang cukup muda dia meninggal dunia karena kanker pankreas, karyanya yang mengeksplorasi human psychological di zaman modern, bagaimana perkembangan teknologi berpengaruh ke psikologi manusia, sungguh disayangkan sutradara satu ini tidak mendapat apresiasi yang cukup atas karyanya yang sangat influence ke dunia layar kaca. Banyak karya-karya terkenal yang terpengaruh dari karya satoshi kon ini, bahkan beberapa sutradara hollywood yang terkenal mengaku bahwa mereka terinspirasi darinya, yang mungkin cukup terkenal adalah Black Swan (2010) karya Darren Aronofsky, darren aronofsky di duga terinspirasi dari karya satoshi kon Perfect Blue (1997), kedua film menceritakan tentang artis yang sedang mengalami konflik emosional batin dengan dirinya sendiri, beberapa kabar mengatakan bahwa awalnya aronofsky ingin mengerjakan live action adaptation dari Perfect Blue namun masih terkendala izin, beberapa karya hollywood yang diduga terinspirasi dari karya satoshi kon diantara lain Inception (2010), Fight Club (1999), Requiem For A Dream (2000) dan banyak lainnya. Tidak ada satupun dari karya satoshi kon yang menduduki top charts di jepang maupun diluar jepang, menurut saya alasannya terletak di penyajiannya yaitu animasi, di kala itu animasi masih dianggap sebagai childish theme dan family friendly, namun ini juga faktor ciri khas dari satoshi kon, di dunia animasi tidak ada batasan, tidak ada logika dan sangat banyak kemungkinan visual yang bisa terjadi, film kon selalu tentang manusia modern yang mempunyai kehidupan ganda - private or public, onscreen and offscreen, waking and dreaming -Tony From Every Frame a painting in Satoshi Kon - Editing Space & Time sebuah video essay tentang kejeniusan Satoshi Kon dalam editing, saya sangat merekomendasi anda untuk menontonnya jika anda ingin mendalami dunia editing
Sop Buntut (2010)
Short Documentary
Dir : Deden Ramadani

Kalo boleh jujur, saya bukan penggemar dari genre Dokumenter. Namun "Sop Buntut"nya Deden Ramadani bisa menjadi sebuah pengecualian buat saya.

Film ini menggambarkan tentang "perjuang"an siswa SMA dalam menghadapi UAN. Karena menginkan nilai tinggi,mereka menggunakan "Sop Buntut" untuk mendapatkan nilai tinggi tersebut. "Sop Buntut" disini tidak di tampilkan dalam bentuk hidangan, tetapi di tampilkan dalam bentuk inisial. Film ini menggambarkan realitas yang ada dengan sangat sederhana. Hanya menggunakan kamera biasa, tanpa lighting yang gila, tanpa juga menggunakan boom mic, film ini sangat sederhana dalam menggambarakn realitasnya.

Film ini memiliki subjek yang lumayan berat . Selama 14 menit Deden membungkus Subjek "Sop Buntut" ini dengan sangat berani, deden tidak takut untuk membawa kamerannya ke pengguna "sop buntut" yang ada di sekolahnya, dan juga membawa kamera nya lebih dalam ke bandar bandar "sop buntut" yang ada di sekolahnya. Dari segi teknik dan subjek, film ini tampak jujur tanpa rekayasa apa pun, saya juga suka bagaimana pendekekatan deden ke subjek subjeknya.

Film ini juga mengingatkan kepada saya bahwa film yang berkualitas  itu tidak perlu menggunakan alat atau eqquipment yang mahal. Hanya dengan subjek dan pendekatan yang unik, film ini membuat saya sadar jika saya juga sebagai murid SMA yang sama seperti deden saat itu, juga bisa membuat film yang berkualitas.

Karena takut kalian semua kena spoiler,saya tidak bisa berkata banyak untuk film ini, film ini sungguh sederhana, jujur dan juga unik. Anda harus mencoba sendiri "Sop Buntut" yang gurih yang di racik oleh Mas Deden ini, salut dah!
Sop Buntut (2010) Short Documentary Dir : Deden Ramadani Kalo boleh jujur, saya bukan penggemar dari genre Dokumenter. Namun "Sop Buntut"nya Deden Ramadani bisa menjadi sebuah pengecualian buat saya. Film ini menggambarkan tentang "perjuang"an siswa SMA dalam menghadapi UAN. Karena menginkan nilai tinggi,mereka menggunakan "Sop Buntut" untuk mendapatkan nilai tinggi tersebut. "Sop Buntut" disini tidak di tampilkan dalam bentuk hidangan, tetapi di tampilkan dalam bentuk inisial. Film ini menggambarkan realitas yang ada dengan sangat sederhana. Hanya menggunakan kamera biasa, tanpa lighting yang gila, tanpa juga menggunakan boom mic, film ini sangat sederhana dalam menggambarakn realitasnya. Film ini memiliki subjek yang lumayan berat . Selama 14 menit Deden membungkus Subjek "Sop Buntut" ini dengan sangat berani, deden tidak takut untuk membawa kamerannya ke pengguna "sop buntut" yang ada di sekolahnya, dan juga membawa kamera nya lebih dalam ke bandar bandar "sop buntut" yang ada di sekolahnya. Dari segi teknik dan subjek, film ini tampak jujur tanpa rekayasa apa pun, saya juga suka bagaimana pendekekatan deden ke subjek subjeknya. Film ini juga mengingatkan kepada saya bahwa film yang berkualitas  itu tidak perlu menggunakan alat atau eqquipment yang mahal. Hanya dengan subjek dan pendekatan yang unik, film ini membuat saya sadar jika saya juga sebagai murid SMA yang sama seperti deden saat itu, juga bisa membuat film yang berkualitas. Karena takut kalian semua kena spoiler,saya tidak bisa berkata banyak untuk film ini, film ini sungguh sederhana, jujur dan juga unik. Anda harus mencoba sendiri "Sop Buntut" yang gurih yang di racik oleh Mas Deden ini, salut dah!
#animonday
.
.
.
.

Kimi No Nawa/Your Name.(2016)
Directed by Makoto Shinkai

Did you know that Kimi No Nawa or better known as Your name is the highest grossing anime of all time with worldwide gross of $355,298,270 beating the likes of miyazaki works such as spirited away and howl's moving castle, Kimi No Nawa also in number 4 on the highest grossing films in japan.

#kiminonawa #yourname #taki #mitsuha #makotoshinkai #trivia #anime #cinematography #cinephile #films #hanazawakana #topgrossing #didyouknow #directing
#animonday  . . . . Kimi No Nawa/Your Name.(2016) Directed by Makoto Shinkai Did you know that Kimi No Nawa or better known as Your name is the highest grossing anime of all time with worldwide gross of $355,298,270 beating the likes of miyazaki works such as spirited away and howl's moving castle, Kimi No Nawa also in number 4 on the highest grossing films in japan. #kiminonawa  #yourname  #taki  #mitsuha  #makotoshinkai  #trivia  #anime  #cinematography  #cinephile  #films  #hanazawakana  #topgrossing  #didyouknow  #directing 
Lady Vengeance (2005)
Directed by Chan-wook Park

Film terakhir dari Chan-wook Park Vengeance trilogy menawarkan hal cukup berbeda dengan pembawaan nya yang cukup light namun tetap intense dan tetap penuh dengan suspense

Menceritakan tentang wanita bernama Lee Geum-ja (Lee Yeong-ae) yang berparas cantik, dia dipenjara selama 13 tahun atas kejahatan yang tidak dia lakukan, dia dituduh menculik dan membunuh seorang bocah berumur 6 tahun, didalam penjara dia membuat beberapa teman dan musuh yang berpengaruh nantinya, ketika dia sudah menyelesaikan masa tahanannya dia pun menuntuk balas dendam ke dalang utama pembunuhan bocah tersebut yaitu Mr.Baek (Min-sik Choi)

Di film "Dendam" satu ini pembawaannya sedikit berbeda karena main character adalah seorang wanita, kita dibawa kedalam pikiran wanita yang sangat emosional dan kadang tak stabil, pembawaan film ini juga lebih ringan dibanding 2 pendahulunya, dengan banyaknya humor humor yang  terdapat didalamnya, tapi bukan berarti film ini tidak "berdarah" walaupun tidak sebanyak pendahulunya, adegan gory di film ini berperan sebagai pemberi nuansa intense dan suspense seperti karya karya Chan-Wook Park lainnya

Lee yong-ae berakting dengan sangat menakjubkan dengan pendalamannya kedalam karakter yang cukup kompleks, dia berhasil memerankan perubahan karakter Lee Geum-ja dari masa masa dipenjara hingga saat sedang membalas dendam, Lee yong-ae bukan hanya sekedar memerankan sebuah karakter namun dia juga menghidupi karakter tersebut, menurut saya penampilannya ini Oscar-worthy.

Lanjut di komen kuy
Lady Vengeance (2005) Directed by Chan-wook Park Film terakhir dari Chan-wook Park Vengeance trilogy menawarkan hal cukup berbeda dengan pembawaan nya yang cukup light namun tetap intense dan tetap penuh dengan suspense Menceritakan tentang wanita bernama Lee Geum-ja (Lee Yeong-ae) yang berparas cantik, dia dipenjara selama 13 tahun atas kejahatan yang tidak dia lakukan, dia dituduh menculik dan membunuh seorang bocah berumur 6 tahun, didalam penjara dia membuat beberapa teman dan musuh yang berpengaruh nantinya, ketika dia sudah menyelesaikan masa tahanannya dia pun menuntuk balas dendam ke dalang utama pembunuhan bocah tersebut yaitu Mr.Baek (Min-sik Choi) Di film "Dendam" satu ini pembawaannya sedikit berbeda karena main character adalah seorang wanita, kita dibawa kedalam pikiran wanita yang sangat emosional dan kadang tak stabil, pembawaan film ini juga lebih ringan dibanding 2 pendahulunya, dengan banyaknya humor humor yang terdapat didalamnya, tapi bukan berarti film ini tidak "berdarah" walaupun tidak sebanyak pendahulunya, adegan gory di film ini berperan sebagai pemberi nuansa intense dan suspense seperti karya karya Chan-Wook Park lainnya Lee yong-ae berakting dengan sangat menakjubkan dengan pendalamannya kedalam karakter yang cukup kompleks, dia berhasil memerankan perubahan karakter Lee Geum-ja dari masa masa dipenjara hingga saat sedang membalas dendam, Lee yong-ae bukan hanya sekedar memerankan sebuah karakter namun dia juga menghidupi karakter tersebut, menurut saya penampilannya ini Oscar-worthy. Lanjut di komen kuy
Oldboy (2004)
Directed by Chan-wook park

Yak film kedua dari Chan-wook park vengeance trilogy ini kemungkinan adalah yang paling dikenal khalayak pecinta film, memang tidak bisa dipungkiri oldboy adalah yang paling kuat diantara 3 film di vengeance trilogy, yang pastinya film ini menceritakan tentang dendam, dan oh my god they done this film very well, infact oldboy is in my top 10 movies of all time.

Film ini menceritakan kisah tentang pria bernama Oh Dae-su yang suatu ketika entah darimana  datangnya dia tiba tiba dikurung di suatu kamar tanpa jendela, dan penculiknya yang bertanggung jawab memberi dia makan, memberi vitamin bahkan menghipnotisnya agar oh dae-su tidak melakukan suicide atau bunuh diri, oh dae-su pun mulai membuat jurnal tentang dosa dosa yang telah ia perbuat selama hidupnya dan orang orang yang telah dirugikannya, namun tiba tiba setelah 15 tahun lamanya ia dikurung, oh dae-su tiba tiba dibebaskan, oh dae-su pun bertekad menemukan sang penculik untuk membalaskan dendamnya, namun tanpa dia sadari hal yang lebih buruk akan datang menghampirinya.

Saya ga tau mengapa rata rata film top notch korea selalu membawa tema vengeance atau dendam, tapi they sure deliver it very well, terutama film oldboy ini, dengan eksekusi yang sangat brillliant dari sang sutradara chan-wook park

Perlu diketahui bahwa film ini mengandung cukup banyak darah dan cukup disturbing, Min-sik choi sangat spektakuler di film ini dengan pendalamannya sebagai karakter oh dae-su, kita bisa merasakan frustasi dan depresi karakter, dan juga bagaimana perubahan oh dae-su  sebelum dan sesudah penjara diperankan dengan baiknya oleh Min-sik choi, Ji-tae yu yang memerankan Wo-jin lee juga sangat baik memerankan karakter villainnya

Film ini sebenarnya lebih dari sekedar dendam belaka, namun terdapat drama yang cukup dalam di eksplor dan ada sedikit bumbu romance juga psychologicalnya yang sangat well done.

Lanjut di komen kuy
Oldboy (2004) Directed by Chan-wook park Yak film kedua dari Chan-wook park vengeance trilogy ini kemungkinan adalah yang paling dikenal khalayak pecinta film, memang tidak bisa dipungkiri oldboy adalah yang paling kuat diantara 3 film di vengeance trilogy, yang pastinya film ini menceritakan tentang dendam, dan oh my god they done this film very well, infact oldboy is in my top 10 movies of all time. Film ini menceritakan kisah tentang pria bernama Oh Dae-su yang suatu ketika entah darimana datangnya dia tiba tiba dikurung di suatu kamar tanpa jendela, dan penculiknya yang bertanggung jawab memberi dia makan, memberi vitamin bahkan menghipnotisnya agar oh dae-su tidak melakukan suicide atau bunuh diri, oh dae-su pun mulai membuat jurnal tentang dosa dosa yang telah ia perbuat selama hidupnya dan orang orang yang telah dirugikannya, namun tiba tiba setelah 15 tahun lamanya ia dikurung, oh dae-su tiba tiba dibebaskan, oh dae-su pun bertekad menemukan sang penculik untuk membalaskan dendamnya, namun tanpa dia sadari hal yang lebih buruk akan datang menghampirinya. Saya ga tau mengapa rata rata film top notch korea selalu membawa tema vengeance atau dendam, tapi they sure deliver it very well, terutama film oldboy ini, dengan eksekusi yang sangat brillliant dari sang sutradara chan-wook park Perlu diketahui bahwa film ini mengandung cukup banyak darah dan cukup disturbing, Min-sik choi sangat spektakuler di film ini dengan pendalamannya sebagai karakter oh dae-su, kita bisa merasakan frustasi dan depresi karakter, dan juga bagaimana perubahan oh dae-su sebelum dan sesudah penjara diperankan dengan baiknya oleh Min-sik choi, Ji-tae yu yang memerankan Wo-jin lee juga sangat baik memerankan karakter villainnya Film ini sebenarnya lebih dari sekedar dendam belaka, namun terdapat drama yang cukup dalam di eksplor dan ada sedikit bumbu romance juga psychologicalnya yang sangat well done. Lanjut di komen kuy
. Sympathy For Mr.Vengeance (2002)
Directed by Chan-wook Park

Film pertama dari Chan-wook park Vengeance trilogy dimulai dengan sangat menjanjikan dimana film ini menceritakan tentang 2 orang pria yang putus asa yang saling berdendam, Ryu adalah seorang tuna rungu dan tuna wicara(bisu dan tuli) yang sedang berusaha mencari uang demi menyembuhkan kakaknya yang menderita penyakit ginjal, dia sampai mencari ginjal di pasar gelap namun na'as Ryu malah tertipu, ginjal dan uangnya diambil, Ryu yang putus asa memutuskan untuk menculik anak dari mantan bosnya Park Dong jin(Sang Kang-ho), namun dari sini keadaan semakin memburuk, cerita semakin berdarah, dendam mulai bermekaran

Menurut saya sympathy for mr.vengeance merupakan film terlemah dari vengeance trilogy, namun walau begitu film ini tetap menawarkan sesuatu yang spektakuler dengan suspense yang sangat tinggi, film ini hampir tidak menggunakan sound effect, jadi ketegangannya hanya dibangun melalui ekspresi dan reaksi dari karakter

Cinematography di film ini pun bisa dibilang sangat unik, dengan pengambilan gambar yang tidak biasa dan jarang kita dilihat, sering kali pengambilan gambar membuat kita seperti alien dengan point of view yang cukup aneh tidak seperti film hollywood yang biasanya POV cameranya menyerupai mata dan angle dari manusia, dengan ini sympathy for mr.vengeance memberi nuansa familiar tapi disaat bersamaan juga unknown.

Namun yang menurut saya sangat menonjol di film ini adalah aktingnya, para aktor mampu membuat nuansa tegang dengan hanya kemampuan akting mereka tanpa dibantu oleh background sound, terutama karakter Ryu (Ha-kyun shin) aktingnya sebagai karakter buta dan bisu sangat real hingga saya merasa bahwa dia memang benar benar bisu dan buta, Kang-ho Song juga tidak kalah, dia berperan dengan sangat baiknya, kita bisa melihat depresi dan putus asa di matanya.

Namun nilai minus menurut saya terdapat di karakternya, walaupun di mainkan dengan brilliant dari para aktor, karakter di film ini terkadang bland dengan kurangnya development yang didapat, film ini juga dipenuhi dengan adegan illogical dan ada beberapa plot holes yang tidak terjelaskan

Lanjut dikomen kuy😄
. Sympathy For Mr.Vengeance (2002) Directed by Chan-wook Park Film pertama dari Chan-wook park Vengeance trilogy dimulai dengan sangat menjanjikan dimana film ini menceritakan tentang 2 orang pria yang putus asa yang saling berdendam, Ryu adalah seorang tuna rungu dan tuna wicara(bisu dan tuli) yang sedang berusaha mencari uang demi menyembuhkan kakaknya yang menderita penyakit ginjal, dia sampai mencari ginjal di pasar gelap namun na'as Ryu malah tertipu, ginjal dan uangnya diambil, Ryu yang putus asa memutuskan untuk menculik anak dari mantan bosnya Park Dong jin(Sang Kang-ho), namun dari sini keadaan semakin memburuk, cerita semakin berdarah, dendam mulai bermekaran Menurut saya sympathy for mr.vengeance merupakan film terlemah dari vengeance trilogy, namun walau begitu film ini tetap menawarkan sesuatu yang spektakuler dengan suspense yang sangat tinggi, film ini hampir tidak menggunakan sound effect, jadi ketegangannya hanya dibangun melalui ekspresi dan reaksi dari karakter Cinematography di film ini pun bisa dibilang sangat unik, dengan pengambilan gambar yang tidak biasa dan jarang kita dilihat, sering kali pengambilan gambar membuat kita seperti alien dengan point of view yang cukup aneh tidak seperti film hollywood yang biasanya POV cameranya menyerupai mata dan angle dari manusia, dengan ini sympathy for mr.vengeance memberi nuansa familiar tapi disaat bersamaan juga unknown. Namun yang menurut saya sangat menonjol di film ini adalah aktingnya, para aktor mampu membuat nuansa tegang dengan hanya kemampuan akting mereka tanpa dibantu oleh background sound, terutama karakter Ryu (Ha-kyun shin) aktingnya sebagai karakter buta dan bisu sangat real hingga saya merasa bahwa dia memang benar benar bisu dan buta, Kang-ho Song juga tidak kalah, dia berperan dengan sangat baiknya, kita bisa melihat depresi dan putus asa di matanya. Namun nilai minus menurut saya terdapat di karakternya, walaupun di mainkan dengan brilliant dari para aktor, karakter di film ini terkadang bland dengan kurangnya development yang didapat, film ini juga dipenuhi dengan adegan illogical dan ada beberapa plot holes yang tidak terjelaskan Lanjut dikomen kuy😄
Some visuals of...
Fight Club (1999)
Dir : David Fincher.
Saya sarankan anda harus total blindwatch untuk nonton film ini.
Some visuals of... Fight Club (1999) Dir : David Fincher. Saya sarankan anda harus total blindwatch untuk nonton film ini.
#animonday .
.
Prison School (2015)
12 Episodes
Comedy, Ecchi, School, Romance

Came for the porn, stay for the plot

Mungkin ini adalah kata kata yang menggambarkan prison school ini. Tapi tidak, ini bukan hentai melainkan hanya ecchi atau mendekati hentai lah😂 (kalau hentai jangan deh)

Prison school sendiri menceritakan tentang sekolah yang dulunya khusus wanita namun sekarang telah mengizinkan cowok masuk, tetapi para siswi di sekolah ini masih enggan menerima kedatangan para pria, lalu ada sebuah organisasi yang ingin para pria untuk keluar dari sekolah, organisasi ini terdiri dari siswi yang cukup bizzare dan mereka semua membenci pria, mereka menjebak para pria dimana mereka menuduh para pria mengintip para siswi mandi, para pria ini diberi hukuman layaknya penjara asli yang terletak di sekolah, para pria sangat desperate untuk kabur dari neraka tersebut, apakah mereka dapat kabur?

Yang perlu diketahui bahwa anime ini Rated R dan sangat vulgar, bisa ditemukan berbagai macam sexual innuendo di anime ini, jika anda ingin menonton ini anda sebaiknya bersiap karna anime ini gaada rem nya wkwkwk

Despite all of that anime ini sangat enjoyable perpaduan antara humor jenakanya dan kecabulannya yang luar biasa bisa dikatakan seimbang dan sangat pas, lewd-nya mungkin bukan untuk semua orang namun jika anda bisa melihat lebih dari itu anda akan menemukan sebuah anime satrikal dengan humor yang bisa membuat anda tertawa terbahak bahak

Setiap karakter di prison school bisa dibilang lebay semua, exaggerated, berlebihan, namun mengingat crazy atmosphere yang dimiliki anime ini, karakter tersebut sangat cocok didalam sini, seperti ada karakter yang kepalanya gede abis tapi muka nya kecil banget, udah gitu massochist lagi dia, terus ada juga karakter yang pake hoodie setiap saat dan sangat menyukai semut, dia bisa gila kalo ngeliat semut di hardik, dan cewe cewenya gak kalah aneh, ada yang fetish nya kencing lah, ada yang massochist abis lah, absurd deh pokoknya

Walaupun begitu anime ini bukan hanya anime fanservice biasa, semua adegan ecchi nya bukan cuman untuk fanservice melainkan menghasilkan sebuah humor yang emang unik melalui adegan adegan nya yang absurd
#animonday  . . Prison School (2015) 12 Episodes Comedy, Ecchi, School, Romance Came for the porn, stay for the plot Mungkin ini adalah kata kata yang menggambarkan prison school ini. Tapi tidak, ini bukan hentai melainkan hanya ecchi atau mendekati hentai lah😂 (kalau hentai jangan deh) Prison school sendiri menceritakan tentang sekolah yang dulunya khusus wanita namun sekarang telah mengizinkan cowok masuk, tetapi para siswi di sekolah ini masih enggan menerima kedatangan para pria, lalu ada sebuah organisasi yang ingin para pria untuk keluar dari sekolah, organisasi ini terdiri dari siswi yang cukup bizzare dan mereka semua membenci pria, mereka menjebak para pria dimana mereka menuduh para pria mengintip para siswi mandi, para pria ini diberi hukuman layaknya penjara asli yang terletak di sekolah, para pria sangat desperate untuk kabur dari neraka tersebut, apakah mereka dapat kabur? Yang perlu diketahui bahwa anime ini Rated R dan sangat vulgar, bisa ditemukan berbagai macam sexual innuendo di anime ini, jika anda ingin menonton ini anda sebaiknya bersiap karna anime ini gaada rem nya wkwkwk Despite all of that anime ini sangat enjoyable perpaduan antara humor jenakanya dan kecabulannya yang luar biasa bisa dikatakan seimbang dan sangat pas, lewd-nya mungkin bukan untuk semua orang namun jika anda bisa melihat lebih dari itu anda akan menemukan sebuah anime satrikal dengan humor yang bisa membuat anda tertawa terbahak bahak Setiap karakter di prison school bisa dibilang lebay semua, exaggerated, berlebihan, namun mengingat crazy atmosphere yang dimiliki anime ini, karakter tersebut sangat cocok didalam sini, seperti ada karakter yang kepalanya gede abis tapi muka nya kecil banget, udah gitu massochist lagi dia, terus ada juga karakter yang pake hoodie setiap saat dan sangat menyukai semut, dia bisa gila kalo ngeliat semut di hardik, dan cewe cewenya gak kalah aneh, ada yang fetish nya kencing lah, ada yang massochist abis lah, absurd deh pokoknya Walaupun begitu anime ini bukan hanya anime fanservice biasa, semua adegan ecchi nya bukan cuman untuk fanservice melainkan menghasilkan sebuah humor yang emang unik melalui adegan adegan nya yang absurd